Putus dengan Garuda, Sriwijaya Air Group Dapat 3 Mitra Baru

Head of Corporate Communication Sriwijaya Air Group Wili Hanhari mengatakan pihaknya mendapatkan dukungan tiga mitra baru guna perawatan dan perbaikan pesawat setelah putus dengan PT GMF Aero Asia Tbk.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 15 November 2019  |  17:04 WIB
Putus dengan Garuda, Sriwijaya Air Group Dapat 3 Mitra Baru
Penumpang tiba di Bandara Internasional Adi Sutjipto Yogyakarta, Jumat (4/5/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Sriwijaya Air Group mengklaim telah mendapatkan mitra baru untuk urusan perawatan pesawat yang memadai usai mengakhiri kerja sama operasi (KSO) dengan Garuda Indonesia Group. 

Head of Corporate Communication Sriwijaya Air Group Wili Hanhari mengatakan sebelumnya perawatan pesawat didukung oleh anak usaha Garuda, yakni PT GMF Aero Asia Tbk. Pemutusan KSO yang dilakukan beberapa waktu lalu membuat dukungan tersebut juga turut berakhir.

"Mengenai maintenance, kami telah mendapatkan dukungan dari FL Technic, PT Mulya Sejahtera Technology, dan PT MMF [Merpati Maintenance Facility] Support," katanya kepada Bisnis.com, Jumat (15/11/2019).

Dia menambahkan dukungan ketiga mitra tersebut mampu memperkuat maskapai milik keluarga Chandra Lie dari sisi tenaga teknisi yang memenuhi kualifikasi dan juga kelengkapan komponen maupun suku cadang.

Wili menegaskan maskapai telah berkomitmen untuk terus melayani seluruh pelanggan dengan baik dan optimal tanpa mengurangi aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

Sektor perawatan pesawat menjadi perhatian utama Sriwijaya Air usai pecah kongsi dengan Garuda Indonesia Group. Layanan yang dihentikan pihak Garuda terhadap Sriwijaya Air Group meliputi operasi penerbangan (flight operations), perawatan pesawat udara (aircraft maintenance), penyediaan suku cadang pesawat (aircraft spare part supply), dan jasa penunjang layanan penerbangan (aircraft ground handling).

Terlebih, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) dan Kantor Otoritas Bandar Udara (KOBU) juga terus melakukan pengawasan terhadap 11 unit pesawat yang dioperasikan pada 32 rute penerbangan.

Sriwijaya diketahui telah menaikkan volume bagasi tercatat penumpang gratis (free baggage allowance/FBA) untuk operasional jenis pesawat bermesin jet maupun baling-baling (propeller) masing-masing sebesar 5 kilogram per penumpang.

Wili menyebut penyesuaian FBA dilakukan sebagai respons atas kepercayaan pelanggan untuk tetap setia menggunakan layanan maskapai. Terlebih, pasca pengakhiran kerja sama operasi dengan Garuda Indonesia Group beberapa waktu lalu.

"Besaran FBA untuk pesawat bermesin jet ditambah dari semula 15 kilogram menjadi 20 kilogram, sedangkan jenis propeller atau ATR dari 10 kilogram menjadi 15 kilogram," ujarnya.

Dia menambahkan penyesuaian FBA ini akan efektif berlaku pada tanggal pemesanan 15 November hingga 15 Desember 2019 dan tanggal perjalanan 15 November hingga 31 Januari 2020. Keputusan ini berlaku untuk semua rute domestik dan internasional yang dioperasikan Sriwijaya.

Dia juga menuturkan penambahan FBA juga berlaku bagi semua kalangan usia, baik tiket dewasa hingga anak-anak. Penyesuaian tersebut telah disosialisasikan kepada seluruh pengguna maupun agen perjalanan.

Sriwijaya juga menegaskan maskapai masih beroperasi secara normal dan memenuhi standar peraturan penerbangan yang diatur oleh Kementerian Perhubungan. Jajaran direksi baru juga sudah ditunjuk untuk mengoptimalkan operasional dan telah memenuhi kualifikasi oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU).

Perincian jajaran direksi tersebut antara lain Direktur Utama Jefferson I. Jauwena, Direktur SDM dan Layanan Sukamto Kusnadi, Direktur Keuangan Andreas Gunawan, Direktur Niaga Rifai Taberi, Direktur Legal Anthony R. Tampubolon, Direktur Operasi Didi Iswandy, Direktur Kualitas Keselamatan dan Keamanan Cecep Cahyana, dan Direktur Teknik Dwi Iswantoro.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sriwijaya air, garuda indonesia, gmf aeroasia

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top