Pembebasan Lahan Pengadaan Transmisi Listrik Ditarget Rampung 2020

Hingga kuartal III/2019, jumlah transmisi yang sudah terealisasi yakni 18.542,2 kilometer sirkut atau sekitar 39 persen dari seluruh target PLN. 
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 12 November 2019  |  18:28 WIB
Pembebasan Lahan Pengadaan Transmisi Listrik Ditarget Rampung 2020
Plt. Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani. JIBI/Bisnis - Anggara Pernando

Bisnis.com, JAKARTA - Pembebasan lahan untuk pengadaan transmisi yang belum terealisasi yakni sepanjang 23.037 kilometer sirkuit (kms) di sejumlah wilayah Indonesia ditarget rampung 2020. 

Adapun, PLN menarget pembangunan transmisi di seluruh Indonesia sepanjang 47.579 kms. Hingga kuartal III/2019, jumlah yang sudah terealisasi yakni 18.542,2 kms atau sekitar 39 persen. 

Sementara itu, sebanyak 15.837,8 kms atau 33 persen sedang masuk tahap konstruksi dan 13.119 kms atau 28 persen sedang masuk tahap pra konstruksi.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani mengakui pembebasan lahan merupakan menjadi pekerjaan rumah dalam membangun transmisi. Alasannya, konstruksi tower transmisi di sejumlah tapak tidak dapat berjalan mulus karena tersandung urusan pembebasan lahan. 

Sripeni pun menyatakan kondisi tersebut penyelesaian transmisi lebih lambat daripada yang ditargetkan. Berbeda dengan transmisi, pembebasan lahan untuk pembangunan gardu induk maupun pembangkit terhitung lebih lancar diselesaikan.

Saat ini, PLN menjalin kerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) terkait rencana pembebasan lahan untuk pembangunan transmisi. Keduanya melakukan penandatangan nota kesepahaman pada Selasa (12/11/2019).

"Mou antara PLN dengan ATR ini sungguh merupakan suatu terobosan yang akan mempercepat proses sertififikasi lahan milik PLN maupun proses-proses pengadaan transmisi. Kita tahu saat ini memang penyelesaian transmisi lebih lambat dari yang ditargetkan," katanya, Selasa (12/11/2019).

Sripeni memerinci sejumlah lokasi yang sulit dilakukan pembebasan lahan yakni Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, dan Jawa Bagian Barat. Pembangunan transmisi di Jawa Bagian Barat memiliki kaitan dengan keandalan listrik di Jakarta.

Khusus pembangunan transmisi di Jawa Bagian Barat menuju Jakarta, baru terealisasi 40%. Dengan penandatanganan nota kesepahaman tersebut, PLN menarget pada 2020 pembebasan lahan untuk transmisi di Jakarta bisa rampung 2020. 

Pembangunan transmisi menuju Jakarta dimulai dari Tanjung Jati menuju Banten, Jawa Bagian Barat. Dari Banten, kabel transmisi akan ditarik menuju Balaraja hingga sampai di Gandul. "Kita harus selesaikan cepat supaya sistem DKI [Jakarta] aman," katanya.

Menurutnya, pembebasan lahan untuk pengadaan transmisi ini akan dilakukan secara pararel di seluruh wilayah Indonesia. Terlebih, PLN memiliki unit induk proyek di masing-masing regional yang akan melakukan koordinasi dengan Kantor Wilayah Pertanahan masing-masing regional.

PLN tidak hanya akan berfokus pada penyelesaian pengadaan transmisi di sistem ketenagalistrikan Jawa Bali saja. Melainlan seluruh wilayah Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN, transmisi

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top