Bacan Timur Ekspor Perdana Ikan Beku

Ekspor perdana ikan beku dari Pelabuhan Babang, Kecamatan Bacan Timur, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Jumat (8/11/2019) menjadi tanda perikanan di wilayah tersebut.
Desynta Nuraini
Desynta Nuraini - Bisnis.com 09 November 2019  |  06:31 WIB
Bacan Timur Ekspor Perdana Ikan Beku
Ekspor perdana ikan beku dari Pelabuhan Babang, Kecamatan Bacan Timur, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Jumat (8/11/2019). - Istimewa

Bisnis.com, HALMAHERA SELATAN - Ekspor perdana ikan beku dari Pelabuhan Babang, Kecamatan Bacan Timur, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Jumat (8/11/2019) menjadi tanda perikanan di wilayah tersebut.

Hal ini disampaikan Bupati Halmahera Selatan Bahrain Kasuba.

"Mudah-mudahan (ekspor) ini tetap berjalan karena Halmahera Selatan jadi lumbung ikan nasional dan jadi perhatian kita untuk bisa membangun sektor perikanan yang akan datang," ujarnya di lokasi ekspor perdana.

Bahrain menuturkan pembangunan di bidang kelautan dan perikanan akan menggenjot pendapat asli daerah, karena Halmahera Selatan merupakan kabupaten terluas di Provinsi Maluku Utara.

Luas laut di Kabupaten Halmahera mendapat 31.484,40 kilometer (km) dengan 362 pulau dan garis pantai mencapai 2.384,40 km.

Potensi ikan di Halmahera kata Bahrain mencapai 140.679,80 ton dengan potensi lestari 70.399,90 ton per tahun, dan jumlah tangkapan 56.271,92 ton per tahun. Ditambah lagi potensi budidaya laut sebesar 40.728 hektare (ha), budidaya air payau 9.928 ha, dan budidaya air tawar 6,742 ha.

Akan tetapi potensi yang besar ini belum terkelola secara maksimal karena ketersediaan sarana dan prasarana untuk masyarakat.

Perikanan di daerah ini pun sempat vakum kurang lebih 10 tahun pascamati surinya PT. usaha Mina. Hal ini mempengaruhi kehidupan nelayan yang beralih profesi dengan pekerjaan lain. Namun, hal tersebut mulai berubah sejak hadirnya Perinus.

"Kami yakin percaya kehadiran Perinus di Kabupaten Halmahera Selatan bisa perbaiki taraf hidup dan meningkatkan pendapatan nelayan. Dengan ekspor ini bisa menghidupkan semangat nelayan untuk pertahankan aktifitasnya terutama produktifitas perikanan tangkap," kata Bahrain.

Ekspor perdana ikan beku dari Pelabuhan Babang, Kecamatan Bacan Timur, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Jumat (8/11/2019)./Istimewa

Dia menambahkan agar ekspor terus berlanjut dan Halmahera Selatan bisa bersaing dengan kabupaten/kota lainnya. Apalagi, Maluku Utara telah ditetapkan sebagai lumbung ikan nasional.

Di sisi lain, Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba yakin perikanan di Halmahera Selatan khususnya Pulau Bacan akan lebih maju pascaekspor perdana ini.

"Insyaallah ekspor kedua lebih banyak," katanya.

Abdul mengaku kemarin sudah bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo untuk mengundang mereka berdua melihat langsung kondisi perikanan di wilayah kerjanya.

"Menteri perikanan sanggup hadir dalam waktu dekat," imbuhnya.

Abdul berharap PT. Perinus ikut membantu visi Presiden Jokowi untuk menciptakan Maluku dan Maluku Utara sebagai lumbung ikan.

Dia pun telah meminta Jokowi untuk memperpanjang Bandara Labuha di Pulau Bacan agar ikan dari daerah ini bisa diekspor langsung ke negara tujuan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ikan, maluku utara, ekspor ikan

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top