BI dan KNKS Gelar ISEF 2019, Perkuat Kerja Sama Keuangan dan Industri Syariah Internasional

Bank Indonesia dan Komite Nasional Keuangan Syariah, serta otoritas atau lembaga akan memperkuat kerja sama internasional bidang keuangan dan industri syariah melalui Indonesia Sharia Economic Festival ke-6.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 07 November 2019  |  19:16 WIB
BI dan KNKS Gelar ISEF 2019, Perkuat Kerja Sama Keuangan dan Industri Syariah Internasional
Ilustrasi - isef.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia dan Komite Nasional Keuangan Syariah, serta otoritas atau lembaga akan memperkuat kerja sama internasional bidang keuangan dan industri syariah melalui Indonesia Sharia Economic Festival ke-6.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Suhaedi menyatakan ISEF 2019 akan bermitra dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), LPPOM-MUI, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), dan Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC).

Selain itu, Suhaedi juga menjabarkan bahwa Bank Indonesia melibatkan sejumlah mitra strategis internasional seperti Islamic Financial Services Board (IFSB), International Islamic Financial Market (IIFM), Organization for Islamic Cooperation (OIC), The Association of Development Financing Institutions in Member Countries of the Islamic Development Bank (ADFIMI), dan World Halal Association.

Adapun serangkaian kegiatan ISEF 2019 terdiri atas International Summit & High Level Forum, International Conference & Talk Show, Investment Forum, Business Matching, Business Coaching dan International Showcase & Exhibition.

“Melalui kegiatan ini, BI berupaya menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan ekonomi syariah yang sangat kuat di ranah global,” kata Suhaedi di Bank Indonesia, Kamis (7/11/2019).

Menurut Suhaedi, ISEF 2019 menjadi ajang yang bukan hanya membuka peluang kerja sama lintas negara dan lembaga internasional, melainkan juga untuk memperkuat motivasi pemerintah daerah mengimplementasikan ekonomi syariah di daerahnya.

Salah satu contoh adalah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang sudah meminta agar Bank Jatim selaku BPD diubah menjadi BPD Syariah melalui Bank Umum Syariah Jatim.

Selain itu, terkait pembiayaan infrastruktur, Suhaedi menyatakan Bank Indonesia telah menyiapkan peluang investasi dan kerja sama. Misalnya saja, dalam ISEF 2019 akan ada Moslem Friendly Business District, lalu ada grup Cikande yang menawarkan kawasan industri halal.

“Begitu pula pengusaha dari Pulo Gadung menawarkan kawasan industri halal,” tutur Suhaedi.

Selain infrastruktur dan kawasan industri, ISEF 2019 akan menjadi ajang jemput bola investasi untuk pengembangan produk unggulan Indonesia. Misalnya fashion, khususnya fashion etnik dengan desain syari’i yang sustainable dan ramah lingkungan.

Nantinya ada beberapa forum atau konferensi global dan internasional dalam ISEF 2019 antara lain 14th IFSB Summit, 5th International Islamic Monetary Economic and Finance Conference, OIC Forum on Islamic Social Finance, dan International Halal Lifestyle Conference.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia, ekonomi syariah, KNKS

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top