Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IBU KOTA NEGARA : Kadin Harapkan Skema KPBU Dimaksimalkan

Kadin mengapresiasi kebijakan pemerintah yakni memberi prioritas tinggi kepada pembangunan infrastruktur sebagai keputusan yang tepat waktu dan tepat sasaran.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 07 November 2019  |  06:30 WIB
Foto aerial bekas tambang batu bara di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Kementerian LHK akan memperbaiki lubang-lubang bekas tambang di kawasan calon ibu kota negara baru. - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay.
Foto aerial bekas tambang batu bara di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Kementerian LHK akan memperbaiki lubang-lubang bekas tambang di kawasan calon ibu kota negara baru. - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay.

Bisnis.com, JAKARTA — Pembangunan infrastruktur akan membutuhkan dukungan dana atau investasi yang sangat besar pada periode kedua pemerintahan Jokowi. Salah satunya dipicu proyek ibu kota negara yang segera dibangun di Kalimantan Timur.

Pemerintah pun telah menaikkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur dalam postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2020 sebesar 4,90 persen dibandingkan 2019 menjadi Rp419,20 triliun.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Konstruksi dan Infrastruktur Erwin Aksa mengatakan bahwa keterlibatan swasta untuk memenuhi pembiayaan proyek infrastruktur, khususnya untuk proyek pemindahan ibu kota negara perlu ditingkatkan melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha.

“Kami melihat bahwa rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur merupakan angin segar yang membuka peluang baru bagi industri jasa konstruksi swasta nasional dan daerah,” ujarnya, Rabu (6/11/2019).

Pemindahan ibu kota negara memerlukan dana sebesar Rp 466 triliun dan sekitar 54,40 persen yaitu Rp253,40 triliun di antaranya diharapkan menggunakan skema KPBU.

Menurutnya, kondisi tersebut akan mendorong swasta untuk lebih kreatif, inovatif, dan bekerja keras dalam menghadapi tantangan dan peluang di sektor konstruksi dan infrastruktur.

Selain itu, Kadin mengapresiasi kebijakan pemerintah yakni memberi prioritas tinggi kepada pembangunan infrastruktur sebagai keputusan yang tepat waktu dan tepat sasaran.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur akan menjadi daya dorong pembangunan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Tentunya pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan merupakan legacy yang sangat instrumental bagi keberlanjutan pembangunan ekonomi nasional, karena infrastruktur akan menjadi pendorong bagi pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kadin Ibu Kota Dipindah KPBU
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top