Pertumbuhan Ekonomi yang Melambat Jadi Sinyal Positif Industri Properti?

Yang paling merugi dari kondisi ini adalah spekulan tanah karena dengan kondisi pelemahan ekonomi, harga lahan tidak akan naik banyak.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 06 November 2019  |  07:11 WIB
Pertumbuhan Ekonomi yang Melambat Jadi Sinyal Positif Industri Properti?
Ilustrasi pembangunan apartemen - Antara/Audy Alwi

Bisnis.com, JAKARTA — Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2019 yang dilansir Badan Pusat Statistik mencatat hanya 5,02 persen secara tahunan. Capaian masih lebih rendah dibandingkan dengan kuartal II/2019 yang mencapai 5,05 persen.

Kondisi tersebut dinilai menjadi kabar baik bagi industri properti, seperti disampaikan Associate Director Investment Service Colliers International Indonesia Aldi Garibaldi.

Dia mengatakan bahwa dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat artinya harga properti tidak akan naik gila-gilaan.

“Ini menguntungkan buat pembeli karena banyakan pembeli, apalagi yang baru bekerja kan cari harga rumah yang lebih murah, yang jadi masalah itu buat pembangunan infrastruktur,” katanya kepada Bisnis, Selasa (5/11/2019).

Pasalnya, pembangunan infrastruktur selama ini dibangun menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat. Dengan melemahnya perekonomian, hal itu akan berdampak pada pelemahan mata uang rupiah sehingga akan meningkatkan biaya konstruksi.

“Kalau pengembang sih, pasti tetap bisa jalan terus, kan orang yang butuh punya rumah juga ada terus.”

Adapun, yang paling merugi dari kondisi ini adalah spekulan tanah karena dengan kondisi pelemahan ekonomi, harga lahan tidak akan naik banyak.

“Ya, bagus juga untuk pengembang kan? Jadi, ke depan ketika mereka mau beli tanah untuk pengembangan baru enggak mahal-mahal amat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pertumbuhan Ekonomi, harga rumah

Editor : Zufrizal
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top