Hunian Berharga di Bawah Rp1 Miliar Diprediksi Paling Banyak Dibeli Tahun Depan

beberapa pengembang mulai fokus untuk membangun hunian dengan kisaran harga di bawah Rp1 miliar.nn 
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 06 November 2019  |  07:00 WIB
Hunian Berharga di Bawah Rp1 Miliar Diprediksi Paling Banyak Dibeli Tahun Depan
Salah satu perumahan di Jakarta Garden City - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Pada tahun depan, produk hunian dengan kisaran harga di bawah Rp1 miliar diprediksi menjadi produk yang paling dicari dan diminati oleh pasar.

Untuk menangkap peluang tersebut, beberapa pengembang mulai fokus untuk membangun hunian dengan kisaran harga di bawah Rp1 miliar. Namun, hunian dengan harga di bawah Rp1 miliar saat ini sudah makin sulit ditemukan di Jakarta. Produk hunian tersebut cenderung lebih banyak yang berlokasi di kota-kota satelit sekitar Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Direktur Marketing PT Kalindo Land Sentot Sudaryono mengatakan bahwa potensi pasar untuk produk hunian dengan kisaran harga di bawah Rp1 miliar memang masih cukup besar dan menarik bagi para pengembang.

Hal tersebut akhirnya membuat para pengembang untuk menyesuaikan portofolio produknya agar produk yang dipasarkan nantinya laris manis diburu pasar.

Menurutnya, segmen pasar yang mengincar hunian dengan harga di bawah Rp1 miliar biasanya berasal dari konsumen yang merupakan pengguna. Segmen tersebut bukan mencari hunian sebagai investasi, melainkan memang karena memiliki kebutuhan untuk tempat tinggal.

Untuk memenhuhi kebutuhan pasar tersebut, dia mengungkapkan pihaknya telah mengembangkan produk-produk hunian tapak di beberapa lokasi yaitu di Bekasi, Bogor, Cibubur-Cileungsi, dan Tangerang. Rata-rata produk yang dipasarkan harganya berada pada kisaran di bawah Rp1 miliar.

Sentot menuturkan setiap daerah memiliki segmen pasar yang berbeda-beda. Untuk kawasan Cileungsi—Cibubur, misalnya, produk hunian dengan kisaran harga di bawah Rp600 juta permintaannya masih cukup besar.

“Kalau harga huniannya di bawah Rp600 juta sampai dengan kisaran Rp600 juta itu masih cukup bagus potensi pasarnya, tetapi kalau harganya di atas itu agak berat,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa  (5/11/2019).

Hal senada juga diungkapkan Direktur Marketing Duta Putra Land Ester Santoso. Dia menyatakan bahwa kondisi pasar properti yang diperkirakan masih cukup menantang pada tahun depan membuat para pengembang kesulitan untuk memasarkan produk hunian dengan kisaran harga di atas Rp1 miliar.

Untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan minat pasar, pihaknya bakal menyiapkan produk hunian dengan kisaran harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar.

Duta Putra Land bakal meluncurkan dua proyek terbarunya yaitu Grand Duta City Bekasi dan Grand Duta City Parung. Peluncuran pemasaran kedua proyek perumahan tapak tersebut bakal dilaksanakan pada tahun depan.

“Meski belum resmi diluncurkan, tetapi ternyata sudah cukup banyak peminatnya. Khususnya untuk unit rumah dengan kisaran harga Rp500 juta sehingga kami akan siapkan lebih banyak unit dengan kisaran harga tersebut,” jelasnya.

Pengembang lainnya yang juga tak ingin kalah untuk memasarkan produk hunian di bawah Rp1 miliar ialah PT Hutama Anugrah Propertindo. Pengembang Serpong Garden Apartment itu baru saja melakukan prosesi peletakan batu pertama untuk pembangunan menara ketiganya dengan kisaran harga per unit mulai dari Rp300 jutaan.

General Manager Marketing Serpong Garden Apartment Clemens Papin Iswara mengatakan bahwa harga hunian di Serpong memang terus menunjukkan tren kenaikan dan makin mahal.

Oleh karena itu, dia mengklaim produk huniannya yang mengusung konsep transit oriented development itu cukup laris di pasaran karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau dan adanya kemudahan akses menuju transportasi umum yaitu Stasiun Cisauk.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rumah tapak, harga rumah, hunian

Editor : Zufrizal
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top