Harga Batu Bara Acuan (HBA) November 2019 Naik 2,27 Persen

Harga batu bara acuan akhirnya mampu mencetak kenaikan bulanan kedua pada tahun ini. Namun, belum mampu beranjak jauh dari level terendahnya dalam 3 tahun terakhir.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 05 November 2019  |  10:05 WIB
Harga Batu Bara Acuan (HBA) November 2019 Naik 2,27 Persen
Operator mengoperasikan alat berat di terminal batu bara Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Sumatra Barat, Rabu (9/1/2019). - ANTARA/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, JAKARTA - Harga batu bara acuan akhirnya mampu mencetak kenaikan bulanan kedua pada tahun ini meskipun belum mampu beranjak jauh dari level terendahnya dalam 3 tahun terakhir.

Berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 224 K/30/MEM/2019 Tanggal 1 November 2019 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batubara Acuan untuk Bulan November Tahun 2019, harga batu bara acuan (HBA) pada November ditetapkan senilai US$66,27 per ton atau naik 2,27% dari HBA Oktober 2019 senilai US$64,8 per ton.

Adapun harga batu bara terus merosot sejak kuartal IV/2018 setelah meninggalkan kisaran level US$100 per ton. Sejak Agustus 2018, HBA hanya mampu dua kali mencetak kenaikan bulanan.

Bahkan, HBA Oktober 2019 berada pada level terendah dalam 3 tahun terakhir.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan kenaikan HBA pada November 2019 tersebut disebabkan meningkatnya permintaan menjelang musim dingin. Secara historis, permintaan batu bara memang cenderung naik pada kuartal IV setiap tahun.

"Naiknya tipis dari bulan sebelumnya karena ada kenaikan permintaan," ujarnya, Selasa (5/11/2019). 

Adapun HBA merupakan harga yang diperoleh rerata empat indeks pda bulan sebelumnya, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC) dan Platt's 5900. Masing-masing indeks tersebut memiliki porsi 25%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kementerian esdm, harga batu bara

Editor : Lucky Leonard
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top