Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UMKM Mi Ayam Binaan Bogasari Terima Sertifikat Halal

Sebanyak 20 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mi ayam mitra binaan PT. Bogasari Flour Mills (Bogasari) yang tergabung dalam Paguyuban Mie Tunggalrasa Garamiro akhirnya berhasil memperoleh sertifikat halal dari dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) DKI Jakarta.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 04 November 2019  |  14:36 WIB
UMKM Mi Ayam Binaan Bogasari Terima Sertifikat Halal
Penyerahan sertifikat halal kepada UMKM mitra binaan Bogasari, Senin (4/11/2019). - Bisnis/Rezha Hadyan

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak 20 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mi ayam mitra binaan PT. Bogasari Flour Mills (Bogasari) yang tergabung dalam Paguyuban Mie Tunggalrasa Garamiro akhirnya berhasil memperoleh sertifikat halal dari dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) DKI Jakarta.

Adapun seluruh UMKM tersebut merupakan kelompok UMKM pertama yang berhasil meraih sertifikat halal yang dibantu oleh anak usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood). 

Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Franciscus Welirang mengatakan pemberian halal tersebut merupakan komitmen Bogasari untuk terus mendorong tumbuh kembang UMKM makanan berbasis tepung terigu. Hal tersebut sesuai dengan komitmen kemitraan Bogasari dengan UMKM yakni Tumbuh Bersama, yang secara formal dilakukan sejak tahun 2002 melalui program Bogasari Mitra Card (BMC).

Sertifikat diserahkan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Profesor Soekoso kepada Pandiono, Ketua Paguyuban Mie Tunggalrasa Garamiro dan 19 UKM Mie anggota paguyuban di Pabrik Bogasari, Jakarta, Senin (4/11/2019).

Penyerahan disaksikan langsung Direktur Indofood Franciscus Welirang, dan Senior Vice President Commercial Bogasari Ivo Ariawan serta puluhan anggota Paguyuban Mie Tunggalrasa Garamiro yang merupakan UMKM mitra binaan Bogasari.

“Mungkin Bogasari merupakan industri atau perusahaan pertama yang membantu pengurusan sertifikat halal UKM sebagai dukungan terhadap pertumbuhan usaha UMKM dan program pemerintah tentang halal,” tegas pria yang akrab disapa Franky Welirang itu.

UMKM mie ayam yang sudah berhasil mendapatkan sertifikat halal ini adalah UMKM Mie Basah Agung Jaya, Mie Unggul, Mie Kabul, Mie Cipta Rasa 1, Mie Barokah, Dwi Jaya Mie, Mie Ayam Katiyo, Bakmi Restu, Mie Barkah Langsam Lestari, Mie Ayam Sumber Jaya, Mie Basah Sutarmin, Mie Ayam Sukat, Mie Darma Putra Lestari, Mie Safrizal, Mie Sunarno, Mie Berdikari, Mie Sutiman, Mie Gajah Mungkur, Mie Sinar Jaya dan Mie Sumber Jaya.

Seluruh UMKM Mie anggota Paguyuban Mie Tunggalrasa Garamiro yang berhasil meraih sertifikat halal ini berlokasi usaha di sekitar DKI Jakarta. Jumlah produksi mereka beragam, mulai dari 30 sak terigu Bogasari atau 750 kilogram per bulan hingga 1200 sak atau 30 ton terigu per bulan. 

“Total pemakaian terigu 20 UMKM yang mendapat sertifikat halal ini sekitar 135 ton terigu dan mampu menghasilkan sekitar 162 ton mi. Sedangkan jumlah penjaja mi dari setiap UKM ini juga beragam, mulai dari 3 orang sampai memiliki 150 penjaja dan jumlah total penjaja keseluruh 20 UMKM yang dapat sertifikat halal ini sekitar 850 orang. Ini artinya para UKM sudah mampu menciptakan lapangan pekerjaan buat banyak orang. Semoga dengan diraihnya sertifikat halal ini, usaha para UMKM semakin berkembang,” papar Franky Welirang.

Proses pembuatan sertifikat halal para UMKM yang dibantu Bogasari ini dimulai sejak bulan Maret 2019 lalu yang diawali dengan pengumpulan data dan dokumen pelengkap. Setelah semuanya lengkap dilanjutkan dengan pelatihan sistem jaminan halal pada 8 Juli dan dilanjutkan dengan audit ke lokasi usaha pada bulan yang sama.

Setelah para UMKM melakukan perbaikan berdasarkan hasil temuan para auditor dari LPPOM MUI, pada bulan September 2019 digelar rapat Komisi Fatwa MUI dan 2 Oktober sertifikat halal dikeluarkan.  Masa berlaku sertifikat halal ini 2 tahun yakni dari 2 Oktober 2019–1 Oktober 2021

Pada kesempatan yang sama, Ketua Paguyuban Mie Tunggalrasa Garamiro Pandiono mengatakan total biaya pembuatan sertifikat halal 20 anggota Paguyuban Mie Tunggalrasa Garamiro ini Rp 32,7 juta dan dibiayai sepenuhnya oleh Bogasari.

Komitmen Bogasari membantu pengurusan sertifikat halal para UKM mitra binaan yang sudah tergabung dalam BMC ini sebagai bentuk dukungan kepada program pemerintah tentang sertifikasi halal produk dan guna meningkatkan daya saing para UKM tidak hanya di Indonesia tapi juga di pasar luar negeri.

 Pandiono yang juga pemilik UMKM Mie Ayam Kondang yang juga Ketua Paguyuban Mie Ayam Tunggal Rasa Garamiro Jakarta, sangat menghargai kerja sama Bogasari dengan UKM dalam pengurusan sertifikat halal ini.  Belum pernah ada industri tepung terigu yang melakukan program seperti ini kepada para UMKM.

“Jadi kepada para UMKM anggota paguyuban, tolong sertifikat halal hasil bantuan Bogasari ini dijaga baik-baik, jangan sampai hilang. Kami sungguh berterima kasih dan mengapresiasi kepedulian Bogasari kepada UMKM, karena telah mau melindungi dan menjaga usaha milik kami,” ujar Pandiono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sertifikasi halal bogasari
Editor : Wike Dita Herlinda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top