Kemenhub Gandeng Gojek untuk Layanan Pemesanan Kontainer

Kerja sama dengan menggunakan aplikasi berbasis digital ini bertujuan untuk meningkatkan layanan tol laut, khususnya dalam mempermudah proses pemesanan kontainer secara transparan dan dapat membagi muatan secara fair kepada shipper yang ada di daerah terpencil, tertinggal, terluar dan perbatasan (3TP).
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 03 November 2019  |  11:48 WIB
Kemenhub Gandeng Gojek untuk Layanan Pemesanan Kontainer
Penumpang antre untuk menaiki KM Sangiang di Pelabuhan Gorontalo, Kota Gorontalo, Gorontalo, Senin (27/5/2019). - ANTARA/Adiwinata Solihin

Bisnis.com, JAKARTA – Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan akan menggandeng perusahaan transportasi online PT Gojek Indonesia dalam rangka Digitalisasi Pelayanan (Dilan).

Kerja sama dengan menggunakan aplikasi berbasis digital ini bertujuan untuk meningkatkan layanan tol laut, khususnya dalam mempermudah proses pemesanan kontainer secara transparan dan dapat membagi muatan secara fair kepada shipper yang ada di daerah terpencil, tertinggal, terluar dan perbatasan (3TP).

“Platform digital ini diharapkan memberikan peluang yang lebih mudah karena masyarakat Indonesia yang sudah mulai terbiasa  menggunakan aplikasi seperti Gojek untuk berbagai pemesanan transportasi,” kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Wisnu Handoko usai memimpin Rapat Evaluasi Kuota Muatan dan Disparitas Harga Barang di Kantor PT Pelni Surabaya, Sabtu (2/11).

Langka ini juga seiring dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang mencurigai adanya monopoli tol laut. Kementerian Perhubungan bersama dengan seluruh stakeholder dan shipper/consignee pun telah mengevaluasi kuota muatan dan pengawasan disparitas harga barang untuk mencari solusi.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah mengungkapkan ada 5 penyebab terjadinya dugaan praktik monopoli penyelenggaraan tol laut.

“Kami menjajaki kerja sama dengan Gojek untuk menghentikan monopoli yang terjadi pada penyelenggaraan tol laut agar manfaat subsidi yang digelontorkan Pemerintah ini tepat sasaran dan mampu menurunkan disparitas harga antara Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur,” kata Wisnu, Minggu (3/11/2019).

Mengenai bentuk seperti apa aplikasi dan model pelaksanaan program bersama Gojek, Kemenhub akan segera melakukan pertemuan dengan Gojek untuk realisasinya.

“Kita telah mengidentifikasi pola potensi monopoli terjadi itu di titik mana. Hasil identifikasi kami, dugaan praktik monopoli tersebut terjadi di daerah timur, seperti Maluku dan Papua. Kami menindaklanjuti sesuai arahan Presiden melalui Menteri Perhubungan agar kita lebih menyoroti Maluku dan Papua.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kemenhub, Gojek

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top