Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perkembangan Industri Pariwisata Bangkitkan Bisnis Properti

Pembangunan infrastruktur di kawasan strategis yang dilakukan pemerintah dapat menjadi katalisator untuk pertumbuhan.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 31 Oktober 2019  |  17:42 WIB
Pemandangan di Pulau Padar, Labuan Bajo, NTT. - Bisnis/M. Taufikul Basari
Pemandangan di Pulau Padar, Labuan Bajo, NTT. - Bisnis/M. Taufikul Basari

Bisnis.com, JAKARTA — industri pariwisata yang kian berkembang turut menggairahkan industri properti di beberapa negara, termasuk di Indonesia. Pengembangan properti biasanya akan berjalan seiring majunya perekonomian suatu kawasan, termasuk di kawasan pariwisata.

Sektor pariwisata sendiri memiliki peranan yang sangat penting dalam memajukan kondisi perekonomian nasional.

Sektor tersebut berkontribusi untuk meningkatkan penerimaan devisa, mendorong pendapatan daerah, pengembangan wilayah, hingga penyerapan investasi dan tenaga kerja.

Saat ini, pemerintah juga tengah mempercepat pembangunan infrastruktur di lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) superprioritas yaitu Danau Toba, Borobudur, Lombok, Labuan Bajo, serta Manado—Bitung—Likupang.

Langkah pemerintah itu pun mendapat sambutan yang baik dari para pengembang. Direktur PT Ciputra Development Tbk. Harun Hajadi mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur di kawasan strategis yang dilakukan pemerintah dapat menjadi katalisator untuk pertumbuhan.

“Langkah yang dilakukan pemerintah sangat bagus karena pemerintah memang harusnya seperti itu sebagai agent of development,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (31/10/2019).

Meskipun demikian, dia menyatakan bahwa saat ini Ciputra belum memiliki proyek pengembangan pada kawasan-kawasan strategis tersebut.

Harun menuturkan bahwa model bisnis Ciputra memang kurang menekankan pada pengembangan hotel.

Menurutnya, pengembangan hotel biasanya dilakukan jika menjadi bagian dari pengembangan yang terpadu.

Ke depannya, Harun mengungkapkan bahwa pihaknya masih akan melihat terlebih dahulu peluang-peluang bisnis dari pengembangan kawasan strategis pariwisata yang dilakukan pemerintah.

Apabila, peluang bisnisnya dianggap cukup menarik, dia mengatakan bahwa Ciputra tidak menutup kemungkinan turut melakukan pengembangan pada kawasan-kawasan pariwisata.

“Kami masih harus melihat peluang yang akan datang dari kawasan-kawasan strategis pariwisata tersebut,” ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata KSPN
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top