Ditunggu, Gebrakan Menteri Terkait untuk Menggairahkan Sektor Properti

Hingga kuartal III/2019, industri properti masih mengalami perlambatan.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 30 Oktober 2019  |  18:11 WIB
Ditunggu, Gebrakan Menteri Terkait untuk Menggairahkan Sektor Properti
Para pekerja terlihat dalam konstruksi proyek residensial dan komersial di Manila, Filipina, Selasa (22/9/2015). - Reuters/Romeo Ranoco

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah dilantik menjadi Kepala Negara periode 2019—2024 pada 20 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo kemudian mengumumkan dan melantik kabinet barunya pada 23 Oktober 2019.

Beragam reaksi muncul terutama dari sektor bisnis dan ekonomi terkait dengan kabinet baru ini dengan harapan agar kondisi perekonomian yang lebih baik makin cepat terwujud.

Beragam pekerjaan rumah Kabinet Indonesia Maju menunggu hadirnya kebijakan baru terutama terkait dengan industri properti.

Pasalnya hingga kuartal III/2019, industri ini masih mengalami perlambatan. Padahal, antara pemerintah dan otoritas terkait seperti BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberi kelonggaran kepada perbankan dalam menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR).

“Dua kementerian yang terkait industri properti yaitu PUPR dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang tidak mengalami pergantian menteri. Kita berharap akan ada kelanjutan dari berbagai kebijakan kementerian yang selama ini sudah berjalan baik, bisa berlanjut pada periode yang mendatang,” ujar Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan melalui siaran pers, Rabu (30/10/2019).

Lebih lanjut, Ike mengharapkan agar kinerja kabinet baru bisa menggairahkan kembali industri properti di Indonesia setelah sekian lama mengalami pertumbuhan yang stagnan atau cenderung landai.

Adanya perlambatan pertumbuhan industri properti tanah air ini tercermin dari Rumah.com Property Market Index yang menunjukkan bahwa terjadi penurunan suplai properti tahunan secara nasional pada kuartal III/2019, yaitu turun sebanyak 4 persen jika dibandingkan dengan pada 2018 secara tahunan (yoy).

Sementara itu, jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (qoq), memang masih terjadi kenaikan suplai properti sebesar 28 persen.

Data Rumah.com Property Market Index merupakan hasil analisis lebih dari 400.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri properti, kabinet indonesia maju

Editor : Zufrizal
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top