Menhub 2 Periode Jokowi, Ini Profil dan Pencapaian Budi Karya Sumadi

Selama menjabat sebagai Menteri Perhubungan sejumlah prestasi sudah diraihnya, salah satu yang paling menonjol adalah penyelesaian kisruh transportasi online.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 23 Oktober 2019  |  10:13 WIB
Menhub 2 Periode Jokowi, Ini Profil dan Pencapaian Budi Karya Sumadi
Mantan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019) - ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA -- Budi Karya Sumadi menjadi menteri pertama setelah era reformasi yang dipercaya memimpin kementerian dalam dua periode pemerintahan.

Budi Karya pertama kali menjadi Menteri Perhubungan pada Kabinet Kerja sejak 27 Juli 2016 menggantikan Ignasius Jonan daan kini ditunjuk Presiden Joko Widodo memimpin lagi instansi yang berpusat di Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat.

Selama menjabat sebagai Menteri Perhubungan sejumlah prestasi sudah diraihnya, salah satu yang paling menonjol adalah penyelesaian kisruh transportasi online.

Melalui diskresinya sebagai menteri, Budi Karya mengeluarkan dua Peraturan Menteri Perhubungan yakni Permenhub PM 118/2018 dan PM 12/2019 yang keduanya mengatur masing-masing taksi daring dan ojek daring.

Sebelum menjadi Menteri, Budi Karya Sumadi dikenal sebagai profesional yang memimpin perusahaan yang bergerak di bidang pembangunan.

Selama menjadi Menhub, sejumlah proyek pembangunan pun diselesaikannya, seperti proyek kereta api ringan atau light rail transit (LRT), moda raya terpadu (MRT) dan pembangunan sejumlah bandara dan pelabuhan yang termasuk dalam proyek strategis nasional.

Dalam menjangkau daerah terdepan, terluar dan terpencil (3T), Budi Karya berhasil melakukan penyediaan prasarana yaitu 18 rute Tol Laut dengan tujuan menekan disparitas harga di Indonesia timur, dan 891 trayek angkutan perintis mulai dari angkutan jalan, angkutan penyeberangan, kereta, hingga udara. Selain itu, pembangunan serta pengembangan 131 bandara di daerah rawan bencana, perbatasan dan terisolir.

Selanjutnya, Kementerian Perhubungan telah melaksanakan program Jembatan Udara untuk meningkatkan konektivitas logistik dengan menyediakan 39 rute yang dilayani sampai ke daerah-daerah pedalaman, terpencil dan pulau terluar untuk pemerataan serta kesenjangan ekonomi dan pembangunan antarwilayah di Indonesia bagian timur.

Pencapaian sektor Perhubungan Laut yaitu Pembangunan Pelabuhan Non Komersial sebanyak 118 lokasi dan pengembangan pelabuhan di antaranya pengembangan Pelabuhan Patimban, dan Pelabuhan Kuala Tanjung.

Arus bongkar muat peti kemas di Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok pada 2018 yang mencapai 7,5 juta TEUs dan diharapkan dapat terus bertambah menjadi 8 juta TEUs hingga 12 juta TEUs sepanjang 2019.

Pada sektor Perhubungan Udara, pencapaiannya antara lain pembangunan bandara baru di 15 lokasi untuk peningkatan konektifitas antarwilayah dan peningkatan pariwisata 5 Bali Baru.

Pencapaian pada sektor perkeretaapian yaitu pembangunan proyek Double-Double Track (DDT), reaktiviasi jalur KA, pembangunan proyek kereta cepat Jakarta--Bandung dan kereta semi cepat Jakarta-Surabaya.

Kiprah Budi Karya yang sering disebut BKS mulai mentereng sejak memimpin PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) saat Presiden Joko Widodo masih menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Selanjutnya, BKS dipercaya memimpin BUMN pengelola bandara yakni PT Angkasa Pura II (Persero). Lulusan arsitektur Universitas Gajah Mada 1981 ini acap terlibat dalam proyek pembangunan kawasan di sekitar Jakarta.

Salah satu karyanya yaitu kawasan Bintaro Jaya yang berada di Jakarta dan Kota Tangerang Selatan yang sekarang sudah berkembang sebagai kota mandiri.

Hasil karya pria kelahiran Palembang 18 Desember 1956 itu makin banyak setelah didapuk menjadi Direktur Utama PT Jakarta Propertindo. Sejumlah megaproyek di Ibu Kota berhasil dibereskan, di antaranya, revitalisasi taman kota Waduk Pluit dan Waduk Ria-Rio serta penyelesaian rumah susun sederhana sewa di Marunda.

Saat Jokowi dilantik menjadi Presiden pada 2014, nama Budi Karya sempat beredar disebut-sebut sebagai calon Menpera atau Menteri Pekerjaan Umum karena disebut berhasil dalam mewujudkan proyek-proyek Jokowi di ibu kota.

Saat memimpin Angkasa Pura II, proyek menonjol yang ditanganinya yaitu pembangunan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng, Tangerang Banten yang akhirnya diselesaikan dan diresmikan saat menjabat Menteri Perhubungan.

Berikut perjalanan karir Budi Karya Sumadi:

-Ass. Perencana Design Center FT UGM (1979)

- Asisten Dosen Jurusan Arsitek FT UGM (1979-1980)

- Staf Dept Real Estate pada Business Development Pembangunan & Property Management PT Pembangunan Jaya (1982-1991)

- Manager Marketing Property PT. Pembangunan Jaya Ancol (1989-1991)

- General Manager PT. Semarang Bukit Jaya Metro (1991-1992)

- Wakil Direktur PT. Jaya Land (1992-1994)

-Direktur Keuangan PT. Jaya Land (1994-2001)

- Direktur Keuangan PT. Jaya Real Property Tbk. (1994-2001)

- Direktur Pengembangan PT. Jaya Garden Polis (1994-2001)

- Presiden Direktur PT. Wisma Jaya Artek (1996-2001)

- Direktur Keuangan PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (2001-2004)

- Direktur Keuangan PT. TIJA (2001-2004)

- Komisaris PT. Philindo (2001-2013)

- Direktur Utama PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (2004-2013)

- Direktur Utama PT. Jakarta Propertindo (2004-2013)

- Direktur Utama Angkasa Pura II (2015-2016)

- Menteri Perhubungan Indonesia Kabinet Kerja (2016-2019)

- Menteri Perhubungan Indonesia Kabinet Indonesia Maju (2019-Sekarang)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
menhub, Budi Karya Sumadi

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top