Tarik Turis Australia, KBRI Canberra Perkenalkan Budaya Minahasa hingga Sangihe

Kedutaan Besar RI di Canberra, Australia, memperkenalkan pariwisata dan budaya Sulawesi Utara, untuk menarik wisatawan Negeri Kanguru ke Bumi Nyiur Melambai.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 20 Oktober 2019  |  16:35 WIB
Bisnis.com, JAKARTA -- Kedutaan Besar RI di Canberra, Australia, memperkenalkan pariwisata dan budaya Sulawesi Utara, untuk menarik wisatawan Negeri Kanguru ke Bumi Nyiur Melambai.
 
Dalam kegiatan Indonesian Cultural Circle (ICC) 2019 bertajuk The Magnificence of North Sulawesi yang diadakan di Wisma Indonesia, Canberra, KBRI memperkenalkan budaya dari Bitung, Pulau Sangihe, Bunaken, Minahasa, hingga Manado.
 
Presentasi pariwisata dan budaya membawa seluruh peserta yang hadir menyelami sejarah, warisan budaya, dan berbagai destinasi wisata menarik, di Sulawesi Utara akan wisata bahari dan seni budaya. Berbagai foto dan video yang memperlihatkan keindahan alam, ragam kuliner, dan keunikan budaya Bitung, Gorontalo, Minahasa dan Manado, disuguhkan.
 
Acara yang dihadiri anggota Women International Club of Canberra itu menampilkan fashion show baju adat khas Sulut berupa tenun asli Minahasa dan Manado. Busana khas berupa gaun yang didominasi warna hitam serta corak khas Sulut serta kebaya putih dan aksesoris berbalut kain bercorak flora menjadi pusat perhatian seluruh tamu undangan. 
 
Rasa takjub para hadirin terlihat dari meriahnya suara tepuk tangan yang diberikan kepada para model busana adat. Meskipun hanya ditampilkan dan tidak dijual, beberapa istri duta besar negara sahabat menyampaikan dengan semangat ingin membeli langsung kain bercorak flora khas Manado dan Minahasa.
 
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Canberra Caecilia Legowo berharap ICC dapat meningkatkan ketertarikan wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia, khususnya destinasi pariwisata di Sulut.
 
Sebelumnya, secara berturut-turut ICC mengambil tema promosi Papua, Sumatra Selatan, dan Jawa Tengah. 
 
"Pada 2018, jumlah wisatawan Australia yang berkunjung ke Indonesia 1,3 juta orang. Diharapkan hingga akhir akhir 2019, angka tersebut meningkat menjadi 1,5 juta orang," kata Caecilia saat memberikan sambutan, seperti dikutip siaran pers, Minggu (20/10/2019).
 
Para hadirin juga turut diajak menari Poco-Poco bersama DWP KBRI Canberra. Para peserta yang awalnya terlihat kaku dan malu-malu, perlahan-lahan mulai dapat mengikuti gerakan Poco-Poco dengan baik dan menjadi semakin luwes karena tarian ini memang relatif mudah diikuti dengan diringi irama musik khas yang nge-beat.
 
Sebagai penutup, sajian khas Sulut, yakni bubur manado (tinutuan), sambal roa, ikan bakar dabu dabu, ikan asin jambrong, dan berbagai kue khas, seperti klapertaart dan panada, disajikan agar nuansa Sulut melekat kuat di benak peserta.
 
Salah satu peserta warga negara Australia, Eileen Kirkland, mengaku tinutuan dan ikan bakar dabu-dabu yang dicicipinya membuatnya ketagihan dan menambah berulang-ulang meskipun pedas. 
 
“Saya ingin bertanya resep tinutuan ini ke koki yang memasak untuk bekal kuliner keluarga saya nanti saat Natal,” ujarnya sambil tersenyum.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top