Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rel Ganda Lintas Selatan Jawa Resmi Beroperasi, Ini Lintasannya

Direktur Prasarana Perkeretaapian Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Heru W. Wibowo mengatakan, jalur kereta yang menjadi bagian dari lintas Surabaya-Solo ini termasuk proyek strategis nasional.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 16 Oktober 2019  |  16:53 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan mengoperasikan secara resmi jalur ganda lintas selatan antara Madiun--Kedung Banteng Sragen, khusus segmen Babadan--Geneng sepanjang 28,7 km.

Direktur Prasarana Perkeretaapian Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Heru W. Wibowo mengatakan, jalur kereta yang menjadi bagian dari lintas Surabaya-Solo ini termasuk proyek strategis nasional. Pengoperasian jalur ini diklaim bisa membawa dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian negara.

"Selain membangun jalur ganda pada ruas Madiun-Kedung Banteng, kami juga membangun lima stasiun baru, 37 jembatan baru, 39 unit box culvert, melakukan pekerjaan persinyalan, dan telekomunikasi," katanya, Rabu (16/10/2019).

Dia menambahkan kelima stasiun yang dibangun antara lain Stasiun Barat, Stasiun Geneng, Stasiun Paron, Stasiun Kedunggalar, dan Stasiun Walikukun.

Dia juga telah menyelesaikan pembangunan dan mengoperasikan jalur ganda antara Jombang-Madiun untuk segmen Baron-Nganjuk-Babadan sepanjang 50,9 kilometer. Jalur ini sudah beroperasi sejak Maret 2019.

Menurutnya, pembangunan jalur ganda atau double track merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kapasitas transportasi di Indonesia.

Selain itu, banyak manfaat yang akan diperoleh, yakni mempersingkat waktu tempuh, meningkatkan kapasitas operasi kereta api, dan meningkatkan pelayanan mobilitas orang dan barang.

Selain meningkatkan kapasitas dan frekuensi perjalanan KA menjadi dua kali lipat, jalur ganda juga bisa mengatasi masalah darurat yang bisa muncul setiap saat.  Misalnya terjadi sesuatu di salah satu rel, karena rusak atau ada kereta anjlok, kereta yang lain masih bisa dioperasikan.

"Selama ini, jika terjadi sesuatu pada rel, kami melakukan pengalihan jalur, sehingga perjalanan lebih jauh," ujarnya.

Sebelum pengoperasian jalur ganda ini, Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur, Ditjen Perkeretaapian bersama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero), telah melakukan uji beban jalur baru dari Babadan sampai dengan Geneng sebanyak dua kali.

Pada uji beban yang pertama, masih ada beberapa temuan yang harus diperbaiki. Sementara pada uji beban kedua, sudah berjalan dengan baik dan hanya ditemukan masalah minor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kereta api rel ganda
Editor : Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top