Pertumbuhan Pembangkit Energi Terbarukan di Indonesia Masih Lambat

Pertumbuhan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan seakan jalan di tempat. BP Statistical Review 2019 menyebut peningkatan pembangkit listrik tenaga angin dan surya terabaikan di Indonesia.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 16 Oktober 2019  |  20:31 WIB
Pertumbuhan Pembangkit Energi Terbarukan di Indonesia Masih Lambat
Energi terbarukan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Pertumbuhan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan seakan jalan di tempat. BP Statistical Review 2019 menyebut peningkatan pembangkit listrik tenaga angin dan surya terabaikan di Indonesia.

Group Chief Economist BP Spencer Dale mengatakan peran batu bara dalam pembangkit listrik tidak mampu dikalahkan, bahkan oleh gas bumi. 

Dia membandingkan adanya proses transisi energi di India. Saat ini, lanjut Spencer, komponen harga listrik berbasis tenaga surya sudah turun dan bersaing dengan batu bara.

"Hal itu sesuatu yang tidak terjadi di Indonesia," tuturnya, dalam konferensi pers BP Energy Outlook 2019, Rabu (16/10/2019).

Kendati tidak meneliti transisi energi di setiap negara, menurutnya, dalam jangka pendek, Indonesia tetap merasakan pertumbuhan penggunaan energi primer dengan cepat seperti negara lainnya.

Selain energi terbarukan, beratnya meningkatkan peran gas juga jadi pekerjaan rumah untuk Indonesia. Spencer menambahkan pengembangan jaringan gas dan fasilitas regasifikasi akan mampu menurunkan harga gas.

"Untuk pertumbuhan gas bumi, tergantung jaringan pipa dan kemudahan distribusi. [Hadirnya kemudahan distribusi] membuat harga gas bersaing," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pembangkit listrik, energi terbarukan

Editor : Lucky Leonard
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top