Harga Labil, Bitcoin Tak Lagi Jadi Acuan

Bitcoin yang sudah mengalami pelemahan hingga 30 persen sejak awal tahun membuat mata uang digital terbesar di dunia itu kehilangan momentumnya sebagai acuan pergerakan harga mata uang kripto lainnya.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 12 Oktober 2019  |  11:02 WIB
Harga Labil, Bitcoin Tak Lagi Jadi Acuan
Ilustrasi bitcoin. - Reuters/Dado Ruvic

Bisnis.com, JAKARTA – Bitcoin yang sudah mengalami pelemahan hingga 30 persen sejak awal tahun membuat mata uang digital terbesar di dunia itu kehilangan momentumnya sebagai acuan pergerakan harga mata uang kripto lainnya.

Beberapa penyebab di antaranya adalah JPMorgan Chase & Co. yang menunjuk kontrak berjangka baru dari Intercontinental Exchange Inc. dan pelepasan posisi beli Bitcoin. Sedangkan, alasan lainnya adalah adanya penumpukan sinyal bearish sejak awal musim panas.

Berdasarkan laporan Indexica tertanggal 1 Agustus – 1 Oktober 2019, Bitcoin sudah mengalami pelemahan tajam dan kehilangan kemampuannya untuk dikatakan sebagai mata uang dalam ekosistem mata uang kripto yang terus berkembang.

Menurut data terakhir, harga Bitcoin selalu bergerak karena keharusan untuk berkompetisi dengan mata uang digital lainnya.

Adanya kerja sama seperti yang dilakukan Mastercard dengan R3 untuk pembiayaan menggunakan mata uang digital salah satunya, sempat memberikan dorongan pada harga mata uang kripto.

CEO Indexica Zak Selbert mengatakan bahwa Bitcoin sangat sensitif pada perkembangan kompetitor baru.

Dalam perkembangan terbaru, Indexica menemukan bahwa masih adanya Bitcoin karena mata uang itu paling sering disebut dan bahkan menjadi simbol tersendiri bagi mata uang kripto.

“Bitcoin sekarang seperti anak yang sudah beranjak dewasa, pengaruh dari mana saja bisa mempengaruhi harganya, jadi labil. Bitcoin seperti ‘anak baru’ di dunia finansial yang sudah benar-benar rumit dan matang,” kata Selbert, seperti dilansir Bloomberg, Sabtu (12/10/2019).

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bitcoin, mata uang kripto

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top