PNBP Minerba Sudah 77,44 Persen, Menkeu Masih Pantau Pergerakan Harga Batu Bara

Tahun ini, pemerintah menargetkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp43,27 triliun dari sektor minerba.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 12 Oktober 2019  |  13:50 WIB
PNBP Minerba Sudah 77,44 Persen, Menkeu Masih Pantau Pergerakan Harga Batu Bara
Petugas mengawasi proses penimbunan batu bara di Tambang Air Laya, Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Minggu (3/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan masih akan memantau pergerakan harga komoditas batu bara untuk memastikan pencapaian akhir tahun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor minerba. 
 
Menurutnya, meskipun saat ini Harga Batubaca Acuan (HBA) terus mengalami penurunan, tapi belum dapat disimpulkan pengaruhnya terhadap target PNBP sektor minerba 2019. Pasalnya, harga komoditas tersebut akan terus mengalami pergerakan. 
 
Sri Mulyani juga menegaskan perubahan harga di sektor minerba, migas, maupun kelapa sawit tidak hanya akan memengaruhi PNBP tetapi juga penerimaan pajak. 
 
"Kalau komoditas harganya kan bergerak, nanti kita lihat sampai akhir tahun harga minyak, harga batu bara, harga kelapa sawit, tentu memengaruhi PNBP tetapi juga pajak kita," paparnya, Sabtu (12/10/2019).
 
Berdasarkan data Kementerian ESDM, hingga Jumat (11/10), PNBP sektor minerba telah mencapai 77,44 persen dari target atau terealisasi sebesar Rp33,51 triliun. Tahun ini, PNBP sektor minerba ditargetkan menyentuh Rp43,27 triliun. 
 
Pada Oktober 2019, HBA adalah sebesar US$64,8 per metrik ton atau terendah sejak Oktober 2016.  Nilai HBA cenderung terus mengalami penurunan sejak Oktober 2018.

Kondisi ini akan semakin membuat PNBP sektor minerba sulit tercapai. Pasalnya, komoditas tersebut menyumbang 80 persen dari keseluruhan PNBP minerba.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batu bara, pnbp

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top