Ekonomi Lesu, Potensi Shortfall Pajak Membesar

Sinyal mengenai prospek penerimaan yang masih loyo tersebut sebenarnya telah disampaikan oleh Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan pekan lalu. Robert, waktu itu mengakui bahwa penerimaan sampai dengan September 2019 belum juga menunjukkan perbaikan.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 08 Oktober 2019  |  10:18 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Risiko shortfall diproyeksikan terus berlanjut karena sampai 7 Oktober 2019 realisasi penerimaan pajak hanya Rp912 triliun atau minus 0,31%.

Dengan tren penerimaan yang minus 0,32%, realisasi penerimaan pajak tahun ini kemungkinan hanya akan berada pada angka 85%-87% atau Rp1.340,8 triliun-Rp1.372,4 triliun dari target penerimaan sebesar Rp1.577,5 triliun.

"Maksimal cuma 85% sampai 87 %. Jadi shortfall sekitar Rp200 triliun lebih," ungkap keterangan yang diterima Bisnis.com, Senin (7/10/2019).

Sinyal mengenai prospek penerimaan yang masih loyo tersebut sebenarnya telah disampaikan oleh Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan pekan lalu. Robert, waktu itu mengakui bahwa penerimaan sampai dengan September 2019 belum juga menunjukkan perbaikan.

Penyebab lesunya penerimaan pajak di antaranya, aktivitas ekonomi yang lesu dan tekanan dari percepatan restitusi yang terakhir masih tumbuh sangat tinggi.

"Ya menurut kalian ekonomi bagaimana?" tegasnya.

Adapun tren penerimaan pajak yang konsisten mengalami pelambatan membuat upaya untuk mengejar target sesuai dengan outlook APBN 2019 semakin berat.

Kendati saat ini pemerintah mulai mengeluarkan berbagai jurus yang diyakini bisa memperbaiki penerimaan, otoritas sendiri pesimis bahwa langkah itu akan menyelematkan target penerimaan pajak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
shortfall

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top