Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Fokus Tangani Hambatan Investasi

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong mengatakan perizinan menjadi fokus karena dalam beberapa kebijakan seperti yang Presiden Joko Widodo katakan, pemerintah akan menyederhanakan regulasi yang menghambat investasi.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  10:49 WIB
Ilustrasi - bptpm.dumaikota.go.id/.jpg
Ilustrasi - bptpm.dumaikota.go.id/.jpg

Bisnis.com, JAKARTA - Reformasi perizinan menjadi salah satu fokus pemerintah dalam meningkatkan daya saing Indonesia di tengah kompetisi memperebutkan investasi dalam negeri.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong mengatakan perizinan menjadi fokus karena dalam beberapa kebijakan seperti yang Presiden Joko Widodo katakan, pemerintah akan menyederhanakan regulasi yang menghambat investasi.

"Saya baru saja balik dari rapat terbatas. Keluhan nomor satu regulasi dan perizinan," kata Thomas dalam pesan audio yang dikutip, Minggu (6/10/2019).

Thomas menjelaskan ada beberapa hal yang akan dikerjakan untuk memperbaiki kondisi tersebut. Bekerja sama dengan DPR menjadi langkah paling strategis untuk mereformasi sektor perizinan. Apalagi, mekanisme legislasi juga terdapat dalam lembaga legislatif tersebut.

"Bekerja sama dengan DPR untuk merevisi memperbaiki perundang-undangan yang memuat kewajiban untuk perizinan. Ini terlaku memberatkan pelaku usaha," jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan memperbaiki berbagai regulasi yang merupakan kewenangan eksekutif. Salah satu yang tengah berlangsung adalah memangkas ribuan aturan yang tak perlu dibahas dengan DPR.

"Sementara ini fokus keluhan nomor 1 regulasi dan perizinan. Saya baru saja balik kantor, ratas mengenai perbaikan danpoenataan investasi," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top