Warganya Tak Lagi Bakar Hutan, Desa Dataran Kempas di Jambi Diganjar Penghargaan

Desa Dataran Kempas, Kecamatan Tebing Tinggi, Jambi, menerima penghargaan Program Kampung Iklim Utama 2019 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atas dukungan masyarakatnya mengurangi emisi gas rumah kaca.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 03 Oktober 2019  |  18:00 WIB
Warganya Tak Lagi Bakar Hutan, Desa Dataran Kempas di Jambi Diganjar Penghargaan
Foto udara Jalan Lintas Jambi-Tanjungjabung Timur yang diselimuti kabut asap karhutla - Antara
Bisnis.com, JAKARTA -- Desa Dataran Kempas, Kecamatan Tebing Tinggi, Jambi, menerima penghargaan Program Kampung Iklim Utama 2019 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atas dukungan masyarakatnya mengurangi emisi gas rumah kaca. 
 
Desa ini merupakan salah satu desa binaan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) dari PT Wirakarya Sakti (WKS), anak perusahaan Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas.
 
Kepala Desa Dataran Kempas Asbar Novendra mengatakan penghargaan yang diterima desanya tidak lepas dari dukungan APP Sinar Mas. Program DMPA memberikan masyarakat desa kesempatan untuk berkontribusi dalam memitigasi perubahan iklim. 
 
Selain berdampak positif bagi lingkungan, program ini memberikan kesempatan bagi warga desa yang mayoritas tidak mengenyam pendidikan tinggi untuk meningkatkan penghasilan mereka tanpa merusak hutan.
 
Program binaan DMPA di Desa Dataran Kempas mencakup produksi kompos, budidaya ikan nila, pengembangbiakan domba, budidaya jahe merah, hortikultura, dan daur ulang sampah plastik. 
 
Dalam program produksi kompos, warga diajari cara memproses limbah sawit di area sekitar desa dan kotoran ternak untuk dijadikan pupuk dengan nilai jual yang cukup tinggi. Dari hasil penjualan, warga desa bisa mendapat pendapatan yang lebih tinggi dari upah minimum Provinsi Jambi, yakni hingga dua kali lipat.
 
"Sebelum diperkenalkan pada program-program DMPA sekitar dua tahun lalu, banyak warga desa yang mencari pendapatan dengan cara membuka hutan untuk bercocok tanam," kata Asbar, dikutip dari siaran pers APP Sinar Mas, Kamis (3/10/2019).
 
Program-program DMPA menciptakan lebih dari 230 lapangan pekerjaan dengan pendapatan lebih dari Rp1 miliar per bulan. Asbar mengatakan proses meyakinkan warga tidak singkat.
Pada tahap sosialisasi awal, tantangan terbesar adalah meyakinkan warga untuk meninggalkan pekerjaan yang tidak mengikuti praktik berkelanjutan dan untuk turut serta dalam program DMPA yang dibina APP Sinar Mas. 
 
Kini, ada tantangan lain yang mengikuti pelaksanaan program tersebut. Sebagai contoh, budidaya ikan tahun ini terganggu musim kemarau berkepanjangan yang menyebabkan kolam budidaya kering sehingga memengaruhi produksi. 
 
Meskipun demikian, ujar Asbar, warga tidak berkecil hati karena mereka sudah merasakan langsung manfaat dari program DMPA dalam dua tahun terakhir.
 
Chief of Sustainability Officer APP Sinar Mas Elim Sritaba menuturkan
program DMPA merupakan upaya pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dengan pelestarian lingkungan dan juga sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. 
 
“Program ini juga bertujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di sekitar area konsesi sehingga mereka bisa mencapai kesejahteraan secara sosial dan ekonomi melalui praktik yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan," tutur Elim.
 
Penyerahan penghargaan ProKlim tahun ini dilakukan bertepatan dengan Festival Iklim 2019 yang diinisiasi oleh KLHK pada 2-4 Oktober di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Program yang telah dilaksanakan sejak 2012 ini dikembangkan dan dilaksanakan di wilayah minimal setingkat dusun/dukuh/RW dan maksimal setingkat desa/kelurahan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jambi, Karhutla

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top