Tingkatkan Efisiensi, PLN Angkut Batu Bara Pakai Armada Sendiri

PT PLN (Persero) melalui anak usaha PT Pelayaran Bahtera Adhiguna akan melakukan penambahan kapal pengangkutan batu bara yang dikelola perseroan sebanyak 13 unit hingga 2022 untuk meningkatkan efisiensi biaya serta memastikan keterjaminan pasokan.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  17:12 WIB
Tingkatkan Efisiensi, PLN Angkut Batu Bara Pakai Armada Sendiri
Wisatawan menaiki perahu yang akan membawa ke lokasi snorkling/diving di Pantai Binor dekat Kompleks PLTU Paiton di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (23/3/2019). PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) menargetkan PLTU Paiton Unit 1 dan 2 kembali meraih PROPER Emas untuk ketiga kalinya pada tahun 2019. - ANTARA/Widodo S Jusuf

Bisnis.com, JAKARTA - PT PLN (Persero) melalui anak usaha PT Pelayaran Bahtera Adhiguna akan melakukan penambahan kapal pengangkutan batu bara yang dikelola perseroan sebanyak 13 unit hingga 2022 untuk meningkatkan efisiensi biaya serta memastikan keterjaminan pasokan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan perseroan tetap akan bekerja sama dengan mitra dalam melakukan pengangkutan batu bara meskipun ada penambahan armada yang dikelola perseroan. Sembari, PLN juga tetap menarget akan melakukan penambahan armada karena berkaitan dengan efisiensi hingga keterjaminan pasokan.

Setidaknya, dengan pengangkutan batu bara yang dikerjakan oleh anak usaha, PLN mampu melakukan efisiensi keuangan hingga 10%. Efisiensi tersebut mampi PLN mampu diperoleh lantaran pengoperasian armada sendiri yang mampu menekan biaya perijinan maupun pajak.

Sripeni menegaskan penambahan armada tersebut tidak merupakan upaya monopoli pasar yang dilakukan oleh PLN. Namun, penambahan armada sangat erat kaitannya dengan keamanan pasokan batu bara yang harus dijamin oleh PLN.

Dengan beroperasinya pengangkutan batu bara oleh anak usaha sendiri, PLN lebih merasakan adanya keamanan rantai pasokan batu bara. Selain juga mampu menghasilkan efisiensi keuangan.

"Artinya masih banyak peluang, tidak monopoli anak perusahaan tetapi bagian dari rantai pasok yang PLN perlukan untuk memastikan security atau keamanan pasokan. Mana kala ada suatu emergency, kita mampu mengendalikan sendiri," katanya, Rabu (2/10/2019).

Saat ini PLN mengoperasikan armada pengangkutan batu bara melalui anak usaha yakni PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (BAg). Sejak diakusisi pada 2011 oleh PLN hingga tahun ini, PT BAg memasok kebutuhan batu bara PLN hingga 20%.

Dalam setahun PLN setidaknya membutuhkan batu bara untuk PLTU sekitar 120 juta metric ton. Kebutuhan batu bara yang besar ini juga dipasok lewat kolaborasi dengan sejumlah mitra dalam melakukan pengangkutan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Indonesia.

Pada awal masa akuisisi, PT BAg mengoperasikan lima armada pengangkutan batu bara. Saat ini armada tersebut telah bertambah menjadi 10 unit. Seiring dengan bertambahnya jumlah armada, porsi pengangkutan batu bara oleh PLN melalui anak usaha yakni PT BAg juga akan bertambah.

Sripeni mengatakan kolaborasi dengan mitra tetap penting dilakukan, salah satunya berkaitan dengan pengangkutan batu bara untuk PLTU. Peningkatan armada yang dilakukan oleh PLN tidak semata-mata untuk meningkatkan porsi bisnis, tetapi karena adanya pertambahan bauran PLTU di kemudian hari.

Seperti misalnya, dalam waktu dekat yakni Oktober 2019, akan ada dua pembangkit tenaga uap yang akan melakukan commercial operation date (COD) yakni PLTU Jawa-7 di Banten dan PLTU Cilacap dengan kebutuhan batu bara per tahun untuk satu pembangkit mencapai 7 juta metric ton.

Menurutnya, dengan beroperasinya sejumlah PLTU baru, kebutuhan batu bara bisa meningkat hingga 30% sampai 40%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN, pltu

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top