Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tingkat Pengangguran Jerman Turun pada September

Pasar tenaga kerja Jerman secara tak terduga membaik bulan ini, meredakan kekhawatiran bahwa ekonomi negara tersebut meluncur ke dalam resesi.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 30 September 2019  |  15:46 WIB
Karyawan produsen mobil Jerman Porsche mengerjakan Porsche 911 di pabrik Porsche di Stuttgart-Zuffenhausen, Jerman, 19 Februari 2019. - Reuters/Ralph Orlowski
Karyawan produsen mobil Jerman Porsche mengerjakan Porsche 911 di pabrik Porsche di Stuttgart-Zuffenhausen, Jerman, 19 Februari 2019. - Reuters/Ralph Orlowski

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar tenaga kerja Jerman secara tak terduga membaik bulan ini, meredakan kekhawatiran bahwa ekonomi negara tersebut meluncur ke dalam resesi.

Dilansir Bloomberg, jumlah pengangguran di Jerman turun sebanyak 10.000 menjadi 2,276 juta pada bulan September, penurunan pertama dalam lima bulan terakhir. Tingkat pengangguran berada pada 5 persen, mendekati rekor terendah.

Setelah mengalami penurunan pengangguran yang hampir terus-menerus dalam enam tahun terakhir, pasar tenaga kerja di Jerman tengah dilanda kemerosotan ekspor menyusul ketegangan perdagangan global dan politik.

Sektor manufaktur Jerman telah masuk ke jurang resesi, sedangkan sektor jasa yang jauh lebih besar dapat mengikuti jika meningkatnya pengangguran menurunkan tingkat belanja konsumen. Namun, penurunan tingkat pengangguran bulan September mungkin meredakan beberapa kekhawatiran tersebut.

Pemerintah, yang telah meningkatkan dukungan politiknya dengan menjalankan surplus anggaran selama bertahun-tahun, telah mengisyaratkan kesediaannya untuk melangkah dengan dukungan fiskal jika diperlukan. Namun sejauh pemerintah mengatakan tidak melihat alasan untuk bertindak.

Aktivitas manufaktur menyusut pada laju tercepat dalam satu dekade pada bulan September, sehingga memicu perusahaan besar termasuk Henkel dan Continental telah memangkas ekspektasi laba untuk tahun ini.

Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) bulan ini menyetujui untuk meningkatkan stimulus moneter zona euro. Pada saat yang sama, Presiden Mario Draghi mengatakan saatnya memberlakukan kebijakan fiskal dan negara-negara yang masih memiliki ruang kebijakan seperti Jerman harus melakukannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

EKONOMI JERMAN
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top