Latih Instruktur Kejuruan, Kemnaker Gandeng 2 Raksasa Otomotif Jepang

Kementerian Ketenagakerjaan menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Ehime Toyota Motor Corporation (ETMC) untuk meningkatkan kapasitas instruktur dan pengembangan pelatihan mekanik otomotif.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 30 September 2019  |  23:37 WIB

Bisnis.com, BANTAENG – Kementerian Ketenagakerjaan menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Ehime Toyota Motor Corporation (ETMC) untuk meningkatkan kapasitas instruktur dan pengembangan pelatihan mekanik otomotif.

Kerja sama dengan dua raksasa otomotif tersebut dilakukan melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan di Balai Latihan Kerja (BLK) Bantaeng, Sulawesi Selatan pada September 2019—Agustus 2022.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 48 orang instruktur kejuruan otomotif BLK UPTP dan UPTD dari seluruh Indonesia.

“Kerja sama ini adalah salah satu upaya Kemnaker meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM Indonesia. Dengan kegiatan upgrading, akan lahir dan tersedia instruktur yang profesional dan berdedikasi tinggi,” kata Dirjen Binalattas Bambang Satrio Lelono, Senin (30/9/2019)

Bambang mengatakan bahwa saat ini pertumbuhan otomotif di dalam negeri sangat baik. Hal itu pun tercermin dari banyaknya jumlah pekerja baru di pabrik mobil yang ada di dalam negeri.

Kementerian Perindustrian mencatat saat ini jumlah pekerja baru di pabrik mobil mencapai 8.000 orang, dan total tenaga kerja baru di industri komponen sekitar 25.000 orang.

“Kebutuhan tenaga kerja di industri otomotif sangat besar. Tahun ini ada 50—70 pabrik komponen, diler, dan bengkel purnajual yang baru berdiri, dengan total kebutuhan tenaga kerja mencapai 18.000 orang,” ujarnya.

Hal itu juga lah yang menjadi dasar Kemnaker melakukan kerja sama dengan JICA dan ETMC. Kerja sama dengan kedua raksasa otomotif itu melingkupi pengembangan pelatihan vokasi kejuruan otomotif dengan standar Toyota Jepang melalui program capacity building for instructors and development of evaluation system of Automotive mechanic training.

Menurutnya, peserta pelatihan juga mengikuti on job training (OJT) dan training di Jepang melalui proses seleksi, dan delapan dari 16 instruktur yang terpilih hasil seleksi akan mengikuti training di Jepang.

Dalam pelaksanaan kerja sama teknis, ETMC akan bermitra dengan PT Hadji Kalla Toyota untuk melatih Instruktur Otomotif BLK Bantaeng. Pelatihan ini meliputi  pendampingan expert dari ETMC  yang ditempatkan di BLK Bantaeng.

Sebelumnya, kerja sama tahap pertama berdurasi 2 tahun, yakni Januari 2016—Juli 2018 di BLK Bantaeng menghasilkan 16 lulusan program pelatihan Teknisi Otomotif Angkatan I, yang terdiri dari enam orang instruktur BLK, serta 10 orang pencari kerja.

“Saat ini enam instruktur lulusan kerja sama ini telah aktif mengajar pelatihan teknisi otomotif di BLK Bantaeng dan 10 pencari kerja yang dilatih langsung diterima bekerja di Toyota Kalla,” Katanya.

Sementara iti, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengatakan, program pelatihan dengan durasi 3 tahun akan berdampak positif kepada upaya pemajuan SDM, khususnya di bidang otomotif. Pemerintah Sulawesi Selatan akan menyiapkan anggaran untuk menambah dellapan instruktur lagi agar dapat mengikuti training di Jepang.

“Saya harap selesai angkatan ini, kami bisa tambah lagi supaya betul-betul menghasilkan tenaga skilled. Saya jamin begitu selesai pelatihan, bukan kita melamar pekerjaan, tapi kita dilamar. Kenapa? Karena standar kita di atas rata-rata nasional,” kata Nurdin.

Senior Vice President ETMC Jepang Hidekazu Futagami mengatakan, selama 2 tahun instruktur yang mengikuti pelatihan tidak hanya belajar teknologi baru. Peserta juga mendapatkan pelajaran memecahkan berbagai persoalan, seperti pengembangan disiplin dan mengembangkan harga diri yang baik.

“Saya harap peserta menjaga disiplin dan tanggung jawab. Program ini. Selain di support pemerintah, tetapi juga gunakan dana dan kerja sama dari masyarakat Jepang,” ujarnya.

Kemudian Kepala BLK Bantaeng, Muhidin menyebut Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bandung turut memberikan bantuan peminjaman peralatan pelatihan kejuruan dan hibah bantuan peralatan dari ETMC dalam kerja sama tersebut.

Pembukaan pelatihan itu sendiri dirangkai dengan acara pembukaan PBK Angkatan VI BLK Bantaeng untuk lima paket kejuruan sekaligus pengukuhan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Daerah.

Acara itu turut dihadiri Direktur Intala Kemnaker Fauziah, Kadisnaker Sulawesi Selatan Agustinus Appang, Wakil Bupati Bantaeng Sahabuddin Kadisnakerin Bantaeng Irwandi, Presdir Kalla Group Fatimah Kalla, dan Chief Representative JICA Fujikura Takayuki.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kemenaker

Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top