Genjot Ancillary Revenue, Ini yang Dilakukan Citilink

Genjot ancillary revenue atau pendapatan lain-lain, maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC) Citilink Indonesia lakukan inovasi dengan berkolaborasi dengan Bank Negara Indonesia (BNI) meluncurkan produk kartu debit co-brand Citilink-BNI.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 28 September 2019  |  14:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Genjot ancillary revenue atau pendapatan lain-lain, maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC) Citilink Indonesia lakukan inovasi dengan berkolaborasi dengan Bank Negara Indonesia (BNI) meluncurkan produk kartu debit co-brand Citilink-BNI.


Direktur Niaga Citilink Indonesia Benny Rustanto mengatakan kerja sama ini sejalan dengan visi Citilink menjadi maskapai modern yang memiliki segmen penumpang para millenials traveler.


"Millenials memiliki gaya hidup yang modern dimana sering melakukan perjalanan atau traveling dan terbiasa dengan teknologi terbaru, termasuk dalam melakukan transaksi pembayaran elektronik," katanya, Sabtu (28/9/2019).


Oleh karena itu, Citilink terus melakukan berbagai inovasi yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat modern termasuk meluncurkan Dining Experiences, New Boarding Pass dan Debit Co-brand dengan BNI ini.


Inovasi yang dilakukan juga dengan membuka berbagai rute internasional di tahun ini serta menyediakan berbagai opsi pembayaran elektronik untuk pembelian tiket.


"Hal ini kami lakukan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan serta memudahkan penumpang Citilink dalam melakukan transaksi," tuturnya.


Pemilik kartu debit Co-brand akan mendapatkan banyak keuntungan, seperti otomatis menjadi member supergreen dan mendapat diskon khusus untuk pembelian tiket dan produk unggulan lainnya.


"Kami berharap dengan adanya kerja sama ini baik penumpang Citilink maupun nasabah BNI akan semakin nyaman dalam menikmati layanan dan produk Citilink dan Citilink akan semakin dekat di hati pelanggannya," paparnya.


Citilink saat ini melayani penerbangan dari kota ke kota menggunakan model usaha pesawat berbiaya murah. Berbasis di Jakarta dan Surabaya, Citilink telah melayani lebih dari 310 frekuensi penerbangan harian dengan 74 rute ke 43 kota.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
citilink, revenue

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top