Pembayaran Perdana Ganti Rugi Tol Japek II Selatan Capai Rp19 Miliar

Pembayaran biaya ganti rugi pembebasan lahan perdana proyek pengusahaan Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan telah dilakukan kepada 19 warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan total sekitar Rp19,135 miliar.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 27 September 2019  |  01:27 WIB
Pembayaran Perdana Ganti Rugi Tol Japek II Selatan Capai Rp19 Miliar
Ilustrasi - Proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II atau Japek Elevated. - Bisnis/Jasa Marga

Bisnis.com, JAKARTA - Pembayaran biaya ganti rugi pembebasan lahan perdana proyek pengusahaan Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan telah dilakukan kepada 19 warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan total sekitar Rp19,135 miliar.

Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Seksi Pengadaan Tanah PT Jasamarga Japek Selatan (JJS) Zumratul Aini kepada pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi.

"Setelah ini akan dilanjutkan kepada warga terdampak lainnya. Hari ini momen terbaik, selanjutnya semoga proses ini dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar," ujarnya dalam pernyataan resmi yang diterima Bisnis, Kamis (26/9/2019).

Menurutnya, Desa Burangkeng di Kecamatan Setu menjadi wilayah pertama yang dihitung luas lahan per bidangnya sebab daerah ini merupakan titik prioritas yang nantinya akan menjadi titik temu antara Tol Japek II Selatan dengan Tol Cimanggis-Cibitung.

"Jadi pembayaran untuk di Kabupaten Bekasi dimulai dari sini karena kalau di sini belum dibebaskan maka pembangunan belum bisa berjalan," imbuhnya.

Penggantian ganti rugi lahan ini disambut baik warga yang tanahnya terimbas pembangunan proyek. Pasalnya, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) lahan yang dibebaskan naik lebih dari lima kali lipat yakni sekitar Rp200.000 per meter persegin menjadi sekitar Rp1,1 juta permeter persegi setelah dicek oleh tim apraisal.

Direktur Utama Jasamarga Japek II Selatan, Dedi Krisnariawan Sunoto, menambahkan Tol Japek II Selatan memiliki panjang 62 kilometer yang membentang dari Jatiasih, Kota Bekasi hingga Sadang, Purwakarta.

"Kabupaten Bekasi yang paling luas lahannya dengan total 2.517 bidang. Sementara khusus di Desa Burangkeng sendiri ada 967 bidang tanah yang dibebaskan," paparnya.

Pembangunan tol ini pun dibagi menjadi enam seksi yakni Jatiasih-Bantargebang, Bantargebang-Setu, Setu-Sukaragam, Sukaragam-Taman Mekar, Taman Mekar-Kutanegara, dan Kutanegara-Sadang.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, Jasamarga Japek Selatan membagi pembangunan Jalan Tol Japek II Selatan menjadi tiga paket masing-masing paket satu (00+00 Sta 9+300) sepanjang 9,3 kilometer, paket dua (Sta 9+300 Sta 34+150) sepanjang 24,85 kilometer, serta paket tiga (Sta 34+150 Sta 62+00) sepanjang 27,85 kilometer.

Dedi menjelaskan tol ini nantinya akan terintegrasi dengan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) serta Tol Purbaleunyi dengan begitu diharapkan mampu mengurangi kepadatan di sepanjang ruas Jalan Tol Japek eksisting.

"Target kami dapat mengurangi beban kapasitas di tol Japek eksisting sebanyak 20 persen," katanya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Arianto mengatakan Tol Japek II Selatan akan melintasi 37 desa dan kelurahan di lima daerah yakni Kota dan Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, serta Kabupaten Purwakarta.

"Untuk konstruksi pertama sudah mulai dilakukan di Sadang, Purwakarta setelah itu baru masuk wilayah Bekasi," ujarnya.

Tol ini, lanjutnya, direncanakan akan memiliki tujuh gerbang mulai dari Jatiasih dan Bantargebang Kota Bekasi, Setu dan Sukaragam di Kabupaten Bekasi, Taman Mekar dan Kutanegara Karawang, serta Sadang Purwakarta," paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
uang ganti rugi, jalan tol jakarta-cikampek (japek)

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top