Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tarik Investasi, Kemenperin Pacu Digitalisasi

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan akan menyederhanakan regulasi dan meningkatkan layanan publik melalui sistem informasi.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 26 September 2019  |  00:44 WIB
Menperin Airlangga Hartarto - KEMENPERIN
Menperin Airlangga Hartarto - KEMENPERIN

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan akan menyederhanakan regulasi dan meningkatkan layanan publik melalui sistem informasi. Kementerian menilai hal tersebut dapat menarik investasi ke dalam negeri.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan pihaknya telah meluncurkan Sistem Informasi Industri Nasional atau SIINas. Menurutnya, sistem tersebut sedang dijalankan secara bertahap. Adapun, sistem tersebut menemukan beberapa sektor akan melakukan ekspansi.

“Berdasarkan data yang kami miliki, sudah ada beberapa pabrikan yang akan melakukan rencana ekspansi maupun relokasi di Indonesia. Mereka itu antara lain dari sektor industri transportasi, elektronika, petrokimia, dan oleokimia,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (25/9/2019).

Guna menarik investasi, pihaknya juga akan mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM), reformasi birokrasi, dan meyakinkan penggunaan anggaran negara untuk kesejahteraan rakyat.

Menurutnya, pembangunan data center dapat mempercepat transformasi digital di industri domestik. Adapun, beberapa lokasi yang akan didorong untuk meningkatkan inovasi di bidang digital adalah Batam dan Tangerang. Maka dari itu, Kementerian akan bekerja sama dengan sektor akademis  untuk membangun industri kecil di bidang digital.

Pada sektor pendidikan, Airlangga menyampaikan akan menyesuaikan kurikulum yang mengacu pada kebutuhan industri 4.0 seperti pembelajaran bahasa pemrograman. Pihaknya juga akan mendorong agar pejabat publik untuk memahami regulasi terkait industri 4.0 lebih cepat.

“Karena teknologi berkembang dan bergerak sangat cepat dibanding regulasi yang bisa dibuat,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenperin
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top