Taiwan Matangkan Persiapan Bergabung CPTPP

Pemerintah Taiwan menyatakan sedang bekerja keras mematangkan persiapan agar bisa segera bergabung dalam perjanjian perdagangan bebas Comprehensive and Progressive Trade Agreement for Trans-Pasific Partnership (CPTPP).
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 25 September 2019  |  05:14 WIB
Taiwan Matangkan Persiapan Bergabung CPTPP
Isaac C. Chiu (kiri) dan Bruce Chih-yu Chien, negosiator dari Office of Trade Negotiations, Executive Yuan Taiwan. - Bisnis/Akhirul Anwar

Bisnis.com, TAIPEI - Pemerintah Taiwan menyatakan sedang bekerja keras mematangkan persiapan agar bisa segera bergabung dalam perjanjian perdagangan bebas Comprehensive and Progressive Trade Agreement for Trans-Pasific Partnership (CPTPP).

Isaac C. Chiu, Negotiator Office of Trade Negotiations, Executive Yuan menegaskan bahwa pihaknya sangat berharap agar konsensus 11 anggota CPTPP bersedia untuk membuka pintu Taiwan untuk bergabung.

"Internal kami sedang mencoba mempersiapkan untuk bergabung seperti melakukan negosiasi dan melakukan komunikasi," kata Chiu kepada sejumlah jurnalis Indo-Pasific di Taipei, Selasa (24/9/2019).

Saat ini, kata Chiu, negara kunci dalam komunitas tersebut adalah Jepang setelah Amerika Serikat Amerika Serikat keluar dari keanggotaan CPTPP. Namun Taiwan juga mempertimbangkan jika kemungkinan Amerika Serika akan kembali bergabung.

Anggota CPTPP adalah Jepang, Meksiko, Australia, Kanada, Selandia Baru, Vietnam, Peru, Cile, Malaysia, Singapura dan Brunei. Beberapa negara Asean termasuk Indonesia dan Thailand sebelumnya berminat untuk bergabung.

Dalam kesempatan yang sama, Bruce Chih-yu Chien, Negotiator Office of Trade Negotiations, Executive Yuan mengatakan bahwa pemerintah Taiwan sangat berhati-hati dalam upaya mempersiapkan syarat untuk menjadi anggota perdagangan bebas ini.

Menurutnya, dalam proses saat ini, Taiwan akan menghindari isu bahwa bakal mudah bergabung dengan CPTPP karena tidak ada China di sana. Dengan kondisi tersebut, Chien hanya mengatakan hal itu sebagai peluang.

“Ini kami anggap sebagai peluang, kami memberikan apresiasi kepada 11 anggota komunitas,” ujarnya.

Meski demikian, Taiwan akan mempertimbangkan secara matang. Pasalnya, Thailand yang juga berminat untuk menjadi anggota CPTPP masih menahan niatnya.

Adapun terkait Indonesia jika bergabung dengan CPTPP, Chien memastikan akan meningkatkan perdagangan di kalangan komunitas. “Jika Indonesia berminat bergabung, tentunya sangat penting dan akan meningkatkan kerja sama,” ujarnya.

Dikutip dari Taipei Economic and Trade Office (TETO), Indonesia adalah mitra dagang urutan ke 14 terbesar Taiwan pada tahun 2018 dan merupakan sumber impor urutan ke 10 terbesar dan pasar ekspor urutan ke 16 terbesar.

Ekspor utama Taiwan ke Indonesia adalah produk minyak, produk besi dan baja, bahan baku tekstil, suku cadang mesin, bahan kimia dan produk lainnya; Impor utama dari Indonesia adalah gas alam, batubara, paduan tembaga dan emas, kayu dan karet dan bahan baku lainnya. Perusahaan minyak negara Taiwan CNPC dan BUMN Indonesia telah menandatangani kontrak jangka panjang untuk pengadaan gas alam.

Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM) sampai pada akhir tahun Desember 2018, jumlah investasi Taiwan di Indonesia mencapai US$17,8 miliar. Banyaknya investasi adalah 3.302 buah.

Jenis investasi terutama industri mebel, industri tekstil, industri sepatu,industri pertambangan non logam, industri logam, industri roda ban, layanan perdagangan, pertanian dan lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bilateral, taiwan

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top