Kawasan Berikat Bisa Pacu Efisiensi Proses Logistik Nasional

Chairman SCI Setijadi mengatakan bahwa terobosan ini melengkapi kebijakan yang telah diterapkan sebelumnya yakni terkait pusat logistik berikat.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 20 September 2019  |  06:24 WIB

Bisnis.com, JAKARTA–Supply Chain Indonesia (SCI) mengapresiasi langkah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang meluncurkan kawasan berikat mandiri.

Chairman SCI Setijadi mengatakan bahwa terobosan ini melengkapi kebijakan yang telah diterapkan sebelumnya yakni terkait pusat logistik berikat.

"Apresiasi patut diberikan karena dengan terobosan-terobosan itu, DJBC tidak mengedepankan fungsi pengawasan saja, tetai juga berupaya mendorong kecepatan arus barang dan efisiensi logistik nasional," ujar Setijadi, Kamis (19/9/2019).

Setijadi menerangkan bahwa selama ini memang masih terjadi kendala dalam layanan kepabeanan karena proses keluar masuk barang yang tergantung pada keberadaan petugas DJBC di lapangan.

Kendala-kendala seperti ini yang pada akhirnya akan berdampak pada waktu dan menambah biaya akibat tersendatnya proses layanan.

Oleh karena itu, kawasan berikat mandiri akan berdapak pada kecepatan proses kepabeanan sehingga kecepatan arus barang pun meningkat serta mengefisienkan logistik perusahaan.

Keberadaan kawasan berikat mandiri juga akan menjadi faktor yang meningkatkan logistic performance index (LPI) Indonesia.

Adapun aspek-aspek yang turut dinilai dalam LPI antara lain infrastruktur, kompetensi logistik, timeline, tracking dan tracing, serta international shipments.

Oleh karena itu, Setijadi mengatakan kementerian terkait juga perlu melakukan reformasi dalam proses mendukung peningkatan efisiensi logistik nasional.

"Kementerian dan lembaga [K/L] sebaiknya punya indikator kinerja yang menunjukkan kontribusi terhadap pengembangan sektornya, seperti DJBC yang mempunyai target jumlah pusat logistik berikat dan kawasan berikat mandiri," ujarnya.

Adapun kendala yang saat ini masih terus dihadapi adalah jumlah perizinan yang harus dipenuhi dalam sektor logistik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kawasan berikat

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top