WIDI Champion 4.0 Jadi Kunci Perubahan Menghadapi Era Digital

Wonderful Indonesia Digital Tourism Champion 4.0 diyakini menjadi kunci utama untuk menghadapi perubahan di era industri digtal dengan membangun dan mendorong sumber daya manusia agar bersama-sama mengembangka diri dan bertransformasi melalui digital.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 19 September 2019  |  13:15 WIB
WIDI Champion 4.0 Jadi Kunci Perubahan Menghadapi Era Digital
Calon penumpang pesawat berada di kawasan Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (6/3/2019). - ANTARA/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA — Wonderful Indonesia Digital Tourism Champion 4.0 diyakini menjadi kunci utama untuk menghadapi perubahan di era industri digtal dengan membangun dan mendorong sumber daya manusia agar bersama-sama mengembangka diri dan bertransformasi melalui digital.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, kunci dalam grand strategi pariwisata era Industri 4.0 adalah sumber daya manusiannya.

“Ini sejalan dengan program yang ditetapkan Presiden Joko Widodo tahun ini yaitu fokus pada SDM,” ujarnya saat kick off WIDI Champion 4.0 di gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Kamis (19/9/2019).

Adapun strategi yang disiapkan oleh Kemenpar untuk menuju Tourism 4.0 dimulai dari penetapan tema pariwisata hingga pelatihan SDM, serta quick win timeline yang dimulai sejak September 2019 hingga Maret 2020.

“Semua sudah siap tinggal pelaksanaannya saja. Selain itu, kita juga telah menyusupi program-program Kemenpar tersebut di kurikulum sekolah pariwisata. Nanti aka nada pelatihan untuk staf kemenpar menghadapi Tourism 4.0 ini.”

Nantinya, dalam kurikulum ini Menteri Pariwisata ingin menekankan model ekonomi digital dalam industri pariwisata Indonesia. Menurutnya, hal ini penting karena hampir 100% wisatawan baik dari dalam dan luar negeri sudah melek teknologi.

Sebab itu, untuk menuju Tourism 4.0 maka SDM Pariwisata Indonesia juga harus siap terhadap perubahan pola perilaku orang-orang ketika berwisata, termasuk dalam hal pemasaran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top