Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Liga Tembakau : Kenaikan Cukai Idealnya di Bawah 10 Persen

Liga Tembakau menyatakan kenaikan cukai rokok yang tepat bagi industri hasil tembakau (IHT) saat ini adalah di bawah 10 persen, jika memang harus dinaikkan.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 16 September 2019  |  15:35 WIB
Petani menjemur tembakau rajang di rumahnya di Desa Tlogorejo, Karangawen, Demak, Jawa Tengah. - ANTARA
Petani menjemur tembakau rajang di rumahnya di Desa Tlogorejo, Karangawen, Demak, Jawa Tengah. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Liga Tembakau menyatakan kenaikan cukai rokok yang tepat bagi industri hasil tembakau (IHT) saat ini adalah di bawah 10%, jika memang harus dinaikkan.

Asosiasi menilai kenaikan di bawah 10% masih sejalan dengan tren konsumsi rokok yang masih mengalami tren penurunan.

Ketua Liga Tembakau Zulvan Kurniawan mengatakan konsumsi rokok turun 1%-2% per tahun setidaknya sejak 2016. Namun, Zulvan mengingatkan agar pemerintah juga menghitung ulang penaikan harga jual eceran (HJE) sebesar 35% pada tahun depan.

“Yang akan terkena dampak lebih banyak terutama di sektor hulu karena meskipun tembakau kami ada yang impor, tapi kalau harga terus dikerek maka petani penghasil tembakau dan cengkeh pasti akan terkena efeknya pada 2—3 tahun mendatang,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (16/9/2019).

Zulvan mengatakan kerugian sektor hulu disebabkan oleh jarak antara harga jual yang naik akibat cukai dan regulasi HJE tidak diikuti oleh kenaikan harga bahan baku. Menurutnya, saat ini serapan tembakau dan cengkeh pabrikan rokok masih belum digantikan oleh industri lain seperti pabrikan cairan vaporizer, kosmetika, maupun farmasi.

Zulvan memproyeksikan serapan tembakau dan cengkeh oleh industri selain rokok baru dapat menggantikan industri rokok pada 5 tahun—10 tahun mendatang. Adapun, industri farmasi dan kosmetika baru menyerap 2% dari total produksi cengkeh nasional.

Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) menyatakana pembuatan 1 liter nikotin murni kini dapat dihasilkan dari 1 kg tembakau lokal. Produksi tersebut bertujuan untuk mengurangi impor bahan baku cairan vape yakni nikotin murni dan nikotin garam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Cukai Rokok industri tembakau
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top