Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BPJS Kesehatan Defisit, Faskes Klinik Kesehatan Gulung Tikar

Asosiasi Klinik Indonesia (Asklin) menyebut, klinik kesehatan yang menjadi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) BPJS Kesehatan kondisinya semakin terpuruk lantaran sulit bersaing dengan puskesmas.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 13 September 2019  |  06:45 WIB
Petugas Puskesmas memberikan konseling dan pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin yang ingin membuat sertifikat layak kawin di Puskesmas Sawah Besar, Jakarta, Rabu (16/1/2019). - ANTARA/Muhammad Adimaja
Petugas Puskesmas memberikan konseling dan pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin yang ingin membuat sertifikat layak kawin di Puskesmas Sawah Besar, Jakarta, Rabu (16/1/2019). - ANTARA/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Klinik Indonesia (Asklin) menyebut, klinik kesehatan yang menjadi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) BPJS Kesehatan kondisinya semakin terpuruk lantaran sulit bersaing dengan puskesmas.

Sekjen Asklin dr Yul Rizal A.W.P mengatakan, masyarakat saat ini lebih senang berobat ke puskesmas. Pasalnya, puskesmas dapat dengan mudah memberikan rujukan ke rumah sakit.

"Puskesmas dipilih karena mudah memberikan rujukan. Kalau kami klinik kesehatan atau praktik dokter pribadi tidak bisa semudah itu," katanya di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Menurut Rizal, klinik kesehatan FKTP akan diberikan sanksi berupa pengurangan dana kapitasi apabila sembarangan memberikan rujukan.

1 dari 5 halaman

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpjs kesehatan
Editor : Nancy Junita

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top