Ternyata, Sriwijaya Air dan Citilink Ingin Lanjutkan Kongsi

Chandra Lie, Wakil Komisaris Utama Sriwijaya Air, menyatakan kerja sama manajemen (KSM) antara Citilink dan Sriwijaya Air tidak ada perubahan, tetapi tiga direksi sementara diganti.
Rio Sandy Pradana & M Rochmat Purboyo
Rio Sandy Pradana & M Rochmat Purboyo - Bisnis.com 12 September 2019  |  09:14 WIB
Ternyata, Sriwijaya Air dan Citilink Ingin Lanjutkan Kongsi
Pesawat Sriwijaya Air, berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (8/3/2019). - ANTARA/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA -- Sriwijaya Air Group dan Citilink Indonesia ternyata berkinginan kerja sama manajemen tetap berjalan seperti sediakala.

Chandra Lie, Wakil Komisaris Utama Sriwijaya Air, menyatakan kerja sama manajemen (KSM) antara Citilink dan Sriwijaya Air tidak ada perubahan, tetapi tiga direksi sementara diganti.

"KSM kalau dari pihak pemegang saham [Sriwijaya Air] tetap berjalan, hanya sulit berkomunikasi untuk sementara pemegang saham mengambil sikap," katanya kepada Bisnis.com, Selasa (10/9/2019).

Sementara itu, Citilink juga berharap perjanjian KSM dengan Sriwijaya Air Group, yang belum lama ini merombak jajaran direksinya, tetap berjalan.

Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo menilai kerja sama dengan maskapai milik keluarga Chandra Lie mampu memberikan manfaat positif bagi kedua perusahaan. "Kami berharap KSM ini tetap berjalan," kata Juliandra kepada Bisnis.com.

VP Corporate Secretary & CSR Citilink Indonesia Resty Kusandarina menambahkan hingga saat ini perjanjian KSM masih berjalan dan dilaksanakan. Hal tersebut juga tidak mempengaruhi layanan operasional maskapai kepada pengguna.

"Operasional masih normal dan lancar," ujar Resty usai peluncuran aplikasi Tauberes di Kantor Garuda Indonesia Kebon Sirih.

Dia tidak bisa berkomentar lebih jauh soal hasil rapat antara kedua maskapai dengan perwakilan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia Tbk., dan PT Pertamina (Persero), Rabu.

Agenda rapat tersebut sebenarnya merupakan respons Citilink atas Risalah Rapat Dewan Komisaris dan Direksi Sriwijaya No. 004/MOM-KOM/SJ/IX/2019, pada 9 September 2019. Pemegang saham Sriwijaya diminta untuk memberikan klarifikasi.

Dalam surat tersebut, ditegaskan Sriwijaya dan Citilink masih terikat dalam perjanjian KSM yang dilakukan untuk upaya penyelesaian utang maskapai milik keluarga Chandra Lie kepada BNI, GMF, dan Pertamina. Dalam Pasal 5 Ayat 1 Perjanjian KSM, menyatakan kewajiban Citilink untuk melakukan seleksi atas pengurus Sriwijaya dan anak usahanya.

Citilink menilai sepatutnya pula Pemegang Saham Sriwijaya terlebih dahulu berkoordinasi dengan Citilink sebelum melakukan tindakan apapun terkait dengan manajemen.

Pemegang saham dari pihak Sriwijaya Air melakukan pemberhentian sementara terhadap Direktur Utama Sriwijaya Air Joseph Adriaan Saul. Tidak hanya itu, manajemen juga memberhentikan Direktur SDM dan Pelayaan Sriwijaya Air Harkandri M Dahler dan Direktur Komersial Sriwijaya Air Joseph Tendean.

Dewan komisaris juga memutuskan untuk mengangkat Anthony Raimond Tampubolon selaku Pelaksana Tugas Direktur Utama, Pelaksana Direktur SDM dan Pelayanan, dan Pelaksana Tigas Direktur Komersial.

Dalam surat juga disampaikan Anthony Raimond memberikan surat kuasa kepada Robert D Waloni sebagai pelaksana tugas harian Direktur Utama dan surat kuasa kepada Rifai sebagai pelaksana tugas harian Direktur Komersial PT Sriwijaya Air.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
citilink, sriwijaya air, gmf aeroasia

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top