Nasib Kerja Sama Citilink dan Sriwijaya Air Belum Jelas

Pertemuan yang dijadwalkan mulai pada pukul 10.00 WIB tersebut diperkirakan berlangsung selama dua jam. Beberapa pihak tersebut meninggalkan gedung pukul 12.00 WIB.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 11 September 2019  |  14:51 WIB
Nasib Kerja Sama Citilink dan Sriwijaya Air Belum Jelas
Pesawat Sriwijaya Air menunggu persiapan penerbangan di apron Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (11/12). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Nasib kerja sama manajemen Citilink Indonesia dan Sriwijaya Air belum bisa dipastikan kendati kedua pihak melakukan pertemuan bersama di Graha BNI Jakarta pada Rabu (11/9/2019).

Selain, Citilink dan Sriwijaya Air, perwakilan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia Tbk., dan PT Pertamina (Persero) juga ikut dalam pertemuan tersebut.

Berdasarkan pantauan Bisnis.com,  beberapa peserta rapat yang keluar dari lobi Graha BNI Jakarta di antaranya Direktur Utama Citilink Juliandra Nurtjahjo, Direktur Niaga Citilink Benny Rustanto, Direktur Keuangan Citilink Ester Siahaan. Selain itu, Direktur Keuangan Garuda Indonesia Fuad Rizal dan Direktur Human Capital Heri Akyhar.

Adapun, mantan Direktur Utama Sriwijaya Air Joseph A. Saul dan mantan Direktur Commercial Sriwijaya Joseph K. Tendean juga tampak hadir.

Pertemuan yang dijadwalkan mulai pada pukul 10.00 WIB tersebut diperkirakan berlangsung selama dua jam. Beberapa pihak tersebut meninggalkan gedung pukul 12.00 WIB.

Sejumlah awak media yang menantikan pernyataan resmi dari pihak terkait tersebut kesulitan untuk masuk ke dalam gedung. Petugas keamanan gedung seakan menghalangi upaya wartawan untuk mendekati narasumber saat berada di lobi.

Wartawan dipersilakan untuk menunggu di kafe yang terletak di samping gedung. Padahal, kafe tersebut digunakan sebagai transit wartawan untuk agenda Kementerian Perindustrian, bukan terkait langsung dengan acara rapat Citilink-Sriwijaya.

Namun, Bisnis.com berhasil masuk dan mencoba untuk meminta konfirmasi dari beberapa pihak tersebut di atas. Direktur Human Capital Garuda Heri menyatakan pertemuan tersebut diinisiasi oleh BNI karena diadakan di gedung miliknya. "Kami nggak bisa berikan komentar karena tidak etis. Nanti salah," kata Heri.

Sementara, dua mantan direksi Sriwijaya juga menunjukkan sikap yang sama. "Enggak," ujar Joseph Saul ketika diminta untuk memberikan keterangan soal rapat. Sementara, Juliandra dan Benny yang keluar dari lobi, langsung menuju parkiran.

Sebenarnya, agenda rapat tersebut merupakan respons Citilink atas Risalah Rapat Dewan Komisaris dan Direksi Sriwijaya No. 004/MOM-KOM/SJ/IX/2019, pada 9 September 2019. Pemegang saham Sriwijaya diminta untuk memberikan klarifikasi.

Dalam surat tersebut, ditegaskan Sriwijaya dan Citilink masih terikat dalam perjanjian kerja sama manajemen (KSM) yang dilakukan untuk upaya penyelesaian utang maskapai Sriwijaya Air yang merupakan milik keluarga Chandra Lie kepada BNI, GMF, dan Pertamina. Dalam Pasal 5 Ayat 1 Perjanjian KSM, menyatakan kewajiban Citilink untuk melakukan seleksi atas pengurus Sriwijaya dan anak usahanya.

Citilink menilai sepatutnya pula Pemegang Saham Sriwijaya terlebih dahulu berkoordinasi dengan Citilink sebelum melakukan tindakan apapun terkait dengan pengurus/manajemen termasuk penonaktifan Joseph A. Saul sebagai Dirut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
citilink, sriwijaya air

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top