Pertamina Tetap Jual LNG dari Cheniere ke Pasar Internasional

PT Pertamina (Persero) mempertimbangkan tetap menjual gas alam cair (LNG) dari Cheniere Energy Inc. di pasar internasional mengingat masih penyerapan pasar dalam domestik.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 12 September 2019  |  18:29 WIB
Pertamina Tetap Jual LNG dari Cheniere ke Pasar Internasional
Kapal pengangkut LNG. - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) mempertimbangkan tetap menjual gas alam cair (LNG) dari Cheniere Energy Inc. di pasar internasional mengingat masih penyerapan pasar dalam domestik.

Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra mengatakan pihaknya akan tetap menjual LNG di pasar internasional selama belum ada permintaan dalam negeri.

“Semuanya [LNG] dilepas [ke pasar internasional] sepanjang belum masuk untuk PLN,” tuturnya, Rabu (11/9/2019).

Menurutnya, pasokan LNG dari Cheniere baru bisa diserap pasar dalam negeri setelah proyek-proyek pembangkit listrik dan proyek lainnya yang membutuhkan gas selesai dibangun.

Adapun kerja sama Pertamina dengan perusahaan LNG asal Amerika Serikat ini disepakati pada 2013 lalu. Pertamina membeli LNG sebesar 0,76 juta ton per tahun (mtpa) dari Cheniere selama 20 tahun.

“Pada 2019, dari sana [Cheniere] tidak masuk ke Indonesia. Kalau domestik sekarang masih bisa dipenuhi dari Kilang LNG Badak,” tambahnya.

Pengiriman LNG dari Cheniere pada 2019 telah terjual seluruhnya. Basuki mengungkapkan penjualannya dilakukan melalui PPT Energy Trading Co. Ltd., ke pasar spot.

Setahun berselang, Pertamina menandatangani kontrak jual beli dengan anak usaha Cheniere Energy, yakni Corpus Christi Liquefaction Liability Company untuk memasok 0,76 mtpa LNG mulai tahun ini.

Selain kerja sama dengan Cheniere, Pertamina juga telah menandatangani Perjanjian Jual Beli (SPA) dengan Anadarko Petroleum Corporation untuk pembelian LNG dari Mozambik LNG1 Company Pte Ltd yang merupakan entitas penjualan bersama yang dimiliki dari Mozambik Area 1 co-venturer. Adapun kesepakatan tersebut untuk 1 mtpa dengan jangka waktu 20 tahun.

Sebelumnya, untuk kerja sama dengan Anadarko, Basuki mengatakan pembelian gas ini rencananya untuk kebutuhan domestik, yang mayoritas digunakan untuk listrik dan RDMP. 

"Ambil dari Mozambik karena lebih murah, harga bagus, term-nya juga bagus, ya semua lebih baik. Makanya kami ke situ," ujarnya.

Selain itu, Pertamina juga berkontrak dengan Woodside dengan volume sekitar 0,6 mtpa yang bisa ditingkatkan menjadi 1,1 mtpa. Pasokan 0,6 mtpa mulai dikirim 2022-2034 dan bisa ditingkatkan menjadi 1,1 mtpa mulai 2024 hingga 2038.

Pertamina pun punya kesepakatan awal dengan Exxonmobil untuk pasokan LNG sebanyak 1 mtpa selama 20 tahun mulai 2025.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, lng

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top