Indofood Sediakan Rp2,2 Miliar untuk Penelitian Pangan

Sebanyak 63 proposal penelitian bidang pangan karya mahasiswa S1 memperoleh bantuan dana riset dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) melalui program Indofood Riset Nugraha (IRN) periode 2019/2020. 
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 11 September 2019  |  15:38 WIB
Indofood Sediakan Rp2,2 Miliar untuk Penelitian Pangan
Direktur PT Indofood Sukses Makmur Suaimi Suriady kala menandatangani MoU bantuan dana riset untuk 63 mahasiswa dari 45 universitas di Jakarta, Rabu (11/9/2019). - Bisnis/Iim Fathimah Timorria

Bisnis.com, JAKARTA — Sebanyak 63 proposal penelitian bidang pangan karya mahasiswa S1 memperoleh bantuan dana riset dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) melalui program Indofood Riset Nugraha (IRN) periode 2019/2020. 

Tema program IRN tahun ini adalah Sistem Pangan Berkelanjutan Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal untuk Peningkatan Kecerdasan, Kesehatan, dan Prestasi Bangsa.

Adapun total anggaran yang digelontorkan INDF mencapai Rp2,2 miliar. Direktur INDF sekaligus Ketua Program IRN Suaimi Suriady mengatakan 63 karya penelitian ini dipilih setelah melewati proses seleksi dari 318 proposal yang masuk.

"Total dananya sekitar Rp2,2 miliar untuk 63 penelitian yang berasal dari 45 universitas. 33 universitas negeri dan 12 universitas swasta," papar Suaimi usai penandatanganan MoU bantuan dana riset di Indofood Tower, Jakarta, Rabu (11/9/2019). 

Secara umum, mayoritas proposal yang diajukan membahas soal pangan fungsional dengan kearifan lokal, yakni jenis tanaman pangan asal Indonesia dengan fungsi konsumsi dan juga kesehatan khusus.

Di sisi lain, Suaimi mengharapkan keberadaan program IRN dapat memberi manfaat dan inovasi, khususnya dalam hal kontribusi bagi ketahanan pangan dan nutrisi di dalam negeri.

"Kami harap penelitian-penelitian yang dilakukan mahasiswa melalui program IRN ini dapat menghasilkan keluaran yang menginspirasi upaya pengembangan pangan dan diversifikasi pangan berkelanjutan dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis komoditas lokal," ujarnya.

IRN sendiri merupakan bagian dari corporate social responsibility (CSR) dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia. Program ini memfasilitasi penelitian bagi mahasiswa tingkat sarjana dengan objek riset sumber daya laut dan perikanan serta sumber daya pangan darat.

IRN telah dimulai sejak 2006 dan merupakan kelanjutan dari Bogasari Nugraha yang telah dirintis sejak 1998 oleh Bogasari Flour Mills, salah satu  kelompok usaha INDF yang memiliki kegiatan usaha produksi tepung terigu dan pasta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
indofood, pangan

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top