Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PII: Visi Pembangunan SDM Jokowi Panggilan untuk Insinyur Indonesia

Visi Indonesia lima tahun ke depan oleh Presiden Jokowi yang memfokuskan pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), merupakan panggilan kepada para insinyur untuk berkarya lebih besar lagi. Karya-karya keinsinyuran harus menjadi manfaat bagi orang lain.
Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Heru Dewanto, dan Presiden Jokowi
Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Heru Dewanto, dan Presiden Jokowi

Bisnis.com, JAKARTA -Visi Indonesia lima tahun ke depan oleh Presiden Jokowi yang memfokuskan pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), merupakan panggilan kepada para insinyur untuk berkarya lebih besar lagi. Karya-karya keinsinyuran harus menjadi manfaat bagi orang lain.

Demikian disampaikan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Heru Dewanto, saat Konferensi Organisasi Insinyur se-ASEAN ke-37 (Cafeo37) di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/9/2019). Hadir dalam acara Presiden Jokowi, sejumlah menteri Kabinet Kerja, menteri negara-negara ASEAN dan 1.000 lebih insinyur se-Asia Tenggara.

“Ketika seruas jalan tol bisa membuat seorang ayah lebih cepat pulang ke rumah, ketika sebuah bendungan bisa membuat ribuan petak sawah tak lagi kekurangan air, ketika kereta cepat bisa mempermudah hidup jutaan penggunanya,” ujar Heru.

Heru, yang juga Chairman ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO) ini, mengamini pernyataan Presiden bahwa perubahan ke depan semakin cepat, dan revolusi teknologi bergerak melesat.

“Tidak ada pilihan, Indonesia harus berlari kencang mengejar gelombang perubahan. Kami menyadari sumber daya manusia unggul menjadi kunci penting dari perubahan itu, karena inovasi yang hebat tidak akan lahir dari para medioker. Ini bukan hal mudah,” ujarnya.

Heru menyadari mencetak SDM unggul harus dimulai dari sebuah data base sehingga peta kekuatan diketahui, sebelum membuat sebuah peta jalan yang terintegrasi menuju tujuan bersama.

“Bukankah data lebih mahal dari minyak?” kata Heru menyitir Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi pada 16 Agustus lalu.

Heru melaporkan PII sedang membuat database keinsinyuran, setelah Presiden menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsiyuran.

“Inilah pintu masuk kami untuk menyusun database keinsinyuran pertama di indonesia yang akan berisikan lebih dari 1 juta talenta-talenta terbaik bangsa. Tentu nama bapak Ir. Joko widodo ada di dalamnya, lengkap dengan klasifikasi dan standar kompetensinya,” jelas Heru.

Database ini, kata Heru, diharapkan bisa menjadi sumbangsih PII yang nantinya bisa disinergikan dengan pusat manajemen talenta yang akan dibuat pemerintah.

“Jadi yang bagian SDM keinsinyuran, kami siap rampungkan, Pak,” kata Heru kepada Presiden yang disambut tepuk tangan ribuan hadirin.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper