Dukung Pengembangan Kendaraan Listrik, PLN Disjaya Akan Bangun Ultra Fast Charging

Saat ini PLN adalah memiliki hampir 1.900 stasiun penyedia listrik umum (SPLU) yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya.
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 10 September 2019  |  10:23 WIB
Dukung Pengembangan Kendaraan Listrik, PLN Disjaya Akan Bangun Ultra Fast Charging
Penumpang turun dari bus listrik usai mengikuti uji coba di halaman Balai Kota, Jakarta, Senin (29/4/2019). Pemprov DKI Jakarta bersama PT TransJakarta dan PT Bakrie & Brother Tbk menyelenggarakan uji coba bus listrik yang bertujuan untuk memastikan penggunaan kendaraan listrik sebagai alat transportasi umum di Jakarta. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA — PT Perusahaan Listrik Negara Uni Induk Distribusi Jakarta Raya berencana membangun dua fasilitas ultra fast charging sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kendaraan lsitrik di Tanah Air.

General Manager PLN UID Jakarta Raya M.Ikhsan Asaad mengatakan bahwa sejak 2 tahun lalu, PLN menginisiasi penggunaaan kendaraan listrik untuk mendukung program Langit Biru Jakarta.

Saat ini PLN adalah memiliki hampir 1.900 stasiun penyedia listrik umum (SPLU) yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya.

“PLN siap mendukung percepatan program kendaraan bermotor listrik dengan menyiapkan infrastruktur SPLU agar masyarakat mudah untuk melakukan pengisian kendaraan listriknya,” ujarnya dikutip dari keterangan resminya, Selasa (10/9/2019).

Dia menuturkan, PLN akan terus membangun SPLU dengan teknologi yang lebih baik.

 “Biaya untuk investasi SPLU itu cukup mahal. Untuk itu, PLN akan melakukan sinergi BUMN dengan Pertamina dan lain-lain dalam membangun EV Charging. Dalam waktu dekat ada delapan fast charging station, dua di antaranya adalah ultra fast charging. Sementara kami sediakan di area UID PLN Jakarta, WTC, dan Plaza Indonesia,” katanya.

Pengamat transportasi Irwadhi Marzuki menyatakan pemerintah perlu segera menetapkan prioritas dalam pengembangan kendaraan listrik, seperti keringanan pajak untuk pengguna atau industri yang terkait dengan kendaraan listrik.

Dia menilai, salah satu program yang bisa dioptimalkan seperti halnya kebijakan pemerintah dalam distribusi gas 3 kg.

Saat itu, pemerintah menarik kebutuhan minyak tanah dan mengganti dengan program gas 3 kg yang disubsidi.

“Sebagai contoh, dalam menggunakan minyak tanah, pemerintah menggunakan gas elpiji 3 kilogram. Program ini dapat kita buat contoh dalam program percepatan kendaraan listrik. Perlu juga diwacanakan tentang kendaraan tahun, baik motor dan mobil untuk diganti dengan kendaraan listrik, khusus untuk sepeda motor, ”kata Irwadhi.

Selain itu, pemerintah daerah perlu dilibatkan lebih besar dalam pengembangan kendaraan listrik.

“Seperti pengunaan kendaraan dinas dan transportasi umum menggunakan kendaraan listrik.Langkah ini akan dilakukan Pemprov DKI Jakarta, di mana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan memberlakukan parkir gratis dan tidak berlakuknya aturan ganjil-genap untuk mobil listrik. Selain itu, untuk transportasi umum, Trans Jakarta akan menambah armadanya dengan bus listrik.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN, transportasi, PLN Disjaya, Kendaraan Listrik

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top