Efek Perang Dagang, Ekspor Perikanan ke AS Berpotensi Naik

Kalangan akademisi menilai Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor hasil perikanan di pasar Amerika Serikat seiring dengan meningkatnya eskalasi perang dagang negara tersebut dengan China. 
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 09 September 2019  |  09:09 WIB
Efek Perang Dagang, Ekspor Perikanan ke AS Berpotensi Naik
Nelayan beraktivitas di sekitar karamba budi daya ikan air tawar di Danau Rawa Pening, Desa Asinan, Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (2/7/2019). - ANTARA/Aji Styawan

Bisnis.com, JAKARTA — Kalangan akademisi menilai Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor hasil perikanan di pasar Amerika Serikat seiring dengan meningkatnya eskalasi perang dagang negara tersebut dengan China. 

Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo) mencatat, berdasarkan data yang dilansir KBRI Indonesia di Washington D.C., ekspor perikanan Indonesia periode 2014—2018 mencapai US$1,9 miliar. Pada periode yang sama, ekspor China ke AS telah mencapai US$2,9 miliar. 

Ketua Harian Iskindo Abdi Suhufan mengatakan, perkembangan dan situasi perdagangan internasional terutama antara China dan AS membuka peluang perdagangan Indonesia. 

Market share ekspor perikanan Indonesia ke Amerika Serikat baru mencapai 8,2 persen dan ini berpeluang untuk ditingkatkan,” kata Abdi melalui siaran pers, Minggu (8/9/2019). 

Menurutnya, beberapa jenis komoditas yang berpotensial ditingkatkan ekspornya ke AS adalah jenis Ikan tillapia dan tuna. Pangsa pasar kedua jenis komoditas tersebut masing-masing hanya 8,44 persen dan 3,14 persen. 

“Kedua jenis komoditas tersebut memiliki potensi pasar di Amerika [AS] dan selama ini didominasi oleh China,” kata Abdi. 

Dia melanjutkan, untuk mengisi pasar Amerika Serikat yang kemungkinan ditinggalkan oleh China, maka otoritas terkait di Indonesia perlu lebih bersinergi untuk meningkatkan kapasitas produksi, penetrasi pasar dan menurunkan biaya logistik. Pemerintah dan pelaku usaha perikanan mesti duduk bersama untuk membuat pemetaan dan strategi baru.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perikanan, perang dagang AS vs China

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top