Ini Masalah Utama Penghambat Daya Saing Produk Tekstil Indonesia

Panjangnya lead time di sektor tekstil dan produk tekstil, membuat produk buatan RI kalah bersaing dibandingkan dengan produk impor.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 09 September 2019  |  14:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Panjangnya lead time di sektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) membuat produk buatan RI kalah bersaing dibandingkan dengan produk impor.

CEO Busana Apparel Group Marimutu Maniwanen mengatakan, lead time dalam memproduksi tekstil dan produk tekstil, terutama produk jadi di Indonesia rata-rata membutuhkan waktu 120 hari.

Menurutnya, rentang tersebut terlampau lama jika dibandingkan dengan lead time produk fast fashion yang berkisar 60 hari.

Di sisi lain, dia mengatakan, industri fast fashion saat ini sedang berkembang pesat di berbagai negara, terutama pesaing Indonesia seperti China, Vietnam, Bangladesh dan Sri Lanka.

"Lead time kita terlalu panjang, karena bahan baku kita mayoritas impor. Paling cepat kita bisa mencapai lead time 90 hari, kalau untuk 60 hari sulit sekali dengan kondisi saat ini," katanya dalam acara Textiles Media Gathering di Menara Kadin, Senin (9/9/2019).

Hal itu, menurutnya, membuat produk TPT dalam negeri sangat rawan disaingi dan direbut pasarnya oleh negara lain. Terlebih di Indonesia saat ini sedang berlembang pesat perdagangan daring, yang makin mempercepat waktu transaksi dari produsen hingga konsumen.

Adapun, lead time merupakan periode dari datangnya order hingga produk yang dipesan sampai ke tangan konsumen.

Untuk itu, dia mendesak agar terciptanya industri hulu di dalam negeri yang mumpuni, terutama produsen bahan baku substitusi. Hal itu, dibutuhkan untuk memperkuat daya saing industri TPT dalam negeri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tekstil, Industri Tekstil, tpt, industri tpt

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top