Pelindo III Perluas DO Online ke Terminal Domestik, Begini Pola Operasinya

Direktur Utama Pelindo III Doso Agung mengatakan, sistem DO online bisa menyederhanakan prosedur pelayanan di terminal domestik agar lebih cepat dan murah sehingga menurunkan biaya logistik.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 06 September 2019  |  06:05 WIB
Pelindo III Perluas DO Online ke Terminal Domestik, Begini Pola Operasinya
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Doso Agung. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) memperluas penerapan permohonan pengeluaran barang secara elektronik atau delivery order online ke sembilan terminal peti kemas domestik mulai 1 September 2019.

Sembilan terminal yang melayani bongkar muat kontainer domestik itu mencakup Terminal Bagendang (Kotawaringin Timur), Bumiharjo (Kumai), Lembar (Lombok), Benoa (Bali), Batulicin (Tanah Bumbu), Kupang, Maumere, Bima, dan Badas (Sumbawa). 

Sebelumnya, Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III sudah menerapkan delivery order (DO) online di terminal peti kemas internasional, yakni Terminal Teluk Lamong (TTL), Terminal Petikemas Surabaya (TPS), dan Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS). 

Direktur Utama Pelindo III Doso Agung mengatakan bahwa sistem DO online mampu menyederhanakan prosedur pelayanan di terminal domestik agar lebih cepat dan murah sehingga menurunkan biaya logistik di pelabuhan.

Dia menjelaskan, perusahaan pelayaran atau agen pelayaran mengunduh dokumen DO melalui aplikasi Anjungan atau di laman anjungan.pelindo.co.id atau IBS (integrated billing system). Selanjutnya, sistem akan melakukan validasi kesesuaian antara dokumen excel yang diunduh dengan nomor kontainer yang ditunjuk.

“Dengan adanya sistem DO online, proses layanan pengeluaran peti kemas dari terminal menjadi lebih lancar karena verifikasi dokumen dilakukan secara otomatis," katanya, Kamis (5/9/2019).

Sebelum diterapkan DO online, tuturnya, pengguna jasa melakukan permohonan delivery peti kemas dari pelabuhan atau terminal tanpa ada konfirmasi dari agen pelayaran. 

Setelah penerapan DO online, jasa pengurusan transportasi (JPT) harus melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada agen pelayaran secara online melalui fasilitas yang disediakan pada aplikasi Anjungan untuk mengeluarkan peti kemas.

Keuntungan yang diperoleh pihak pelayaran adalah dapat memberikan keamanan pengeluaran peti kemas. Pasalnya, hanya JPT yang ditunjuk pelayaran yang mempunyai akses ke Anjungan untuk dapat melakukan pencetakan dokumen job order delivery

Di sisi lain, JPT mudah mendapatkan data peti kemas yang akan di-delivery hanya dengan memasukkan nomor DO online yang didapat dari agen pelayaran yang menunjuk.

"Keamanan atas data terjamin dari pemalsuan karena dokumen DO di-entry langsung oleh perusahaan pelayaran atau agen pelayaran sebagai pihak yang bertanggung jawab mengeluarkan dokumen DO,” kata Doso. 

Pola operasi DO online berawal dari agen pelayaran mengunggah DO online melalui aplikasi Anjungan. Atas informasi yang diterima dari agen pelayaran, JPT melakukan permohonan delivery atau mengambil peti kemas. JPT akan mengecek kesesuaian informasi, meliputi nomor peti kemas, nomor DO online, dan tertagih. 

Jika sudah benar, JPT dapat melanjutkan pencetakan job order. Job order menjadi dokumen yang akan dibawa driver truk untuk dapat memasuki terminal untuk mengambil kontainer. Apabila DO online melebihi batas waktu, maka JPT dapat melakukan permohonan perpanjangan DO online kepada agen pelayaran.

Doso mengakui penerapan sistem itu memang tidak mudah karena tidak semua pengguna jasa, baik dari perusahaan pelayaran maupun JPT, memiliki tenaga TI khusus untuk menerapkan. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelindo iii, pelabuhan

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top