Dukung Bauran EBT, PLTB Tolo 72 MW Sudah Produksi Listrik 142,86 MWh

Pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) Tolo berkapasitas 60 megawatt (MW) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, telah memproduksi 142,86 MWh listrik sejak Desember 2018 hingga Agustus 2019.
Hery Trianto & Ni Putu Eka Wiratmini
Hery Trianto & Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 06 September 2019  |  16:34 WIB
Dukung Bauran EBT, PLTB Tolo 72 MW Sudah Produksi Listrik 142,86 MWh
Pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) Tolo berkapasitas 72 megawatt (MW) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Jumat (6/9/2019). Pembangkit ini diharapkan mampu mendukung pemenuhan target bauran energi baru terbarukan sebesar 23% pada 2025. - Bisnis/Hery Trianto

Bisnis.com, JENEPONTO — Pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) Tolo berkapasitas 72 megawatt (MW) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, telah memproduksi 142,86 MWh listrik sejak Desember 2018 hingga Agustus 2019.

PLTB Tolo merupakan pembangkit energi batu terbarukan (EBT) yang masuk ke dalam sistem Sulawesi bagian selatan (Sulbagsel). Dengan total daya mampu sistem Sulbagsel mencapai 1.499 MW, sistem ini memiliki beban puncak sebesar 1.165 MW sehingga reserve margin atau cadangan daya yang dimiliki mencapai 334 MW.

Adapun PLTB Tolo ini menambah porsi bauran energi pembangkit EBT di sistem Sulbagsel sebesar 7 persen. Sementara porsi EBT terbesar di Sulbagsel berasal dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebesar 22 persen dan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) sebesar 7,66 persen.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana mengatakan PLTB Tolo merupakan pembangkit EBT kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan dan menjadi bagian proyek 35.000 MW. Pembangkit ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk dapat mencapai target bauran energi nasional dari EBT sebesar 23 persen pada 2025.

"Diharapkan kedepannya ada lagi green energy serta smart grid energy di Sulawesi Selatan," katanya dalam kunjungan tersebut, Jumat (6/9/2019).

Pembangkit dengan investasi senilai US$160,7 juta tersebut menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 390 orang. Sebagai pembangkit tenaga bayu terbesar kedua di Indonesia setelah PLTB Sidrap, PLTB Tolo memiliki kadar tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 42 persen dengan 20 wind turbine dan dilengkapi penyimpanan daya.

Adapun masing-masing turbin mampu mengalirkan listrik sebesar 3,6 MW dengan capacity factor (CF) kumulatifnya sebesar 30 persen lebih.

Vice President Public Relation PT PLN (Persero) Dwi Suryo Abdullah mengatakan perseroan berkomitmen untuk mencapai target 23 persen pemanfaatan EBT pada 2025. Hingga September 2019, kapasitas pembangkit EBT nasional yang terpasang sebesar 7.292 MW atau setara dengan 12,36 persen dari seluruh bauran energi pembangkit.

"PLTB Tolo ini menambah porsi bauran energi pembangkit EBT di sistem Sulbagsel menjadi sebesar 29 persen hingga 30 persen," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN, energi terbarukan

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top