Pewaralaba Lokal Didorong 'Go Global'

Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) menyatakan kesiapannya memfasilitasi pemilik brand waralaba lokal untuk mengekspansi bisnisnya ke luar negeri.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 06 September 2019  |  10:35 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) menyatakan kesiapannya memfasilitasi pemilik brand waralaba lokal untuk mengekspansi bisnisnya ke luar negeri.

Ketua Umum Wali Levita Ginting Supit mengatakan, selama ini pihaknya telah memfasilitasi sejumlah brand waralaba lokal untuk hadir dan memamerkan produknya di pameran-pameran waralaba internasional.

“Setiap pada pameran waralaba di luar negeri, seperti di Singapura, Perancis, Thailand, New York, dan sebagainya Wali hadir dan ajak pemilik brand waralaba lokal,” katanya, Kamis (6/9/2019).

Namun, terdapat syarat yang harus dipenuhi oleh brand waralaba lokal agar ekspansinya ke luar negeri bisa difasilitasi oleh Wali. Levita menjelaskan, pihaknya terlebih dahulu harus mengetahui apakah brand waralaba tersebut bisnisnya sudah benar-benar matang dan memberikan keuntungan.

Salah satu acuan yang digunakan Wali untuk mengetahui hal tersebut adalah Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) dari Kementerian Perdagangan.

“Kalau sudah punya STPW biasanya sudah memenuhi syarat. Syarat dapat STPW saja kan banyak ya, bisnisnya harus sudah berjalan 5 tahun, pembukuannya harus sudah menguntungkan," ungkapnya.

Selain itu, menurut Levita STPW menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh brand lokal untuk masuk ke sejumlah negara diluar persyaratan khusus terkait standardisasi dari otoritas setempat.

Brand waralaba lokal menurut Levita memiliki potensi yang cukup besar untuk berkembang dan dikenal luas di luar negeri. Dia menyebut sejumlah brand waralaba lokal yang menawarkan produk makanan dan minuman telah sukses berekspansi ke luar negeri.

“Salah satu contohnya mungkin J-Co dengan donatnya ya, sudah ada di Arab Saudi itu, di Riyadh,” ujar Levita.

Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perdagangan Benny Soetrisno optimistis brand waralaba lokal bisa sukses berekspansi ke luar negeri. Pasalnya, brand waralaba lokal yang ada saat ini banyak digawangi oleh kaum muda yang punya kreativitas dan semangat tinggi.

“Alangkah baiknya waralaba kita ini bisa ada di luar [negeri], selain kita membeli dari luar [negeri], kalau kita lihat anak muda ini ya optimistis, khususnya di bidang food and beverages (makanan dan minuman) ya,” katanya.

Lebih lanjut Benny menjelaskan, selama ini dukungan yang diberikan oleh pemerintah terhadap brand waralaba lokal yang ingin berekspansi ke luar negeri sudah cukup memadai. Salah satu dukungan tersebut diantaranya adalah promosi yang dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri lewat duta besar dan atase perdagangan yang tersebar di berbagai negara.

Prospek bisnis waralaba di Tanah Air pada tahun ini diyakini membaik dibandingkan dengan realisasi tahun lalu. Pada 2018, bisnis waralaba di Tanah Air mengalami pertumbuhan sebesar 3% dengan omzet sebesar Rp150 triliun. Pada 2019, diproyeksikan bisnis waralaba bisa tumbuh 5%.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
waralaba, franchise

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top