Batu Bara Loyo, Target PNBP Minerba Sulit Tercapai

Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) subsektor pertambangan mineral dan batu bara (minerba) pada tahun ini sulit mencapai target lantaran harga batu bara yang masih rendah. 
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 05 September 2019  |  18:10 WIB
Batu Bara Loyo, Target PNBP Minerba Sulit Tercapai
Operator mengoperasikan alat berat di terminal batu bara Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Sumatra Barat, Rabu (9/1/2019). - ANTARA/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, JAKARTA — Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) subsektor pertambangan mineral dan batu bara (minerba) pada tahun ini sulit mencapai target lantaran harga batu bara yang masih rendah. 

Harga batu bara memang sangat berpengaruh pada PNBP minerba. Pasalnya, komoditas tersebut menyumbang sekitar 80 persen dari keseluruhan PNBP minerba.

Hingga Agustus 2019, rata-rata harga batu bara acuan (HBA) sebenarnya masih berada pada level US$83,95 per ton. Namun, dalam 2 bulan terakhir, HBA telah mendekati level US$70 per ton. 

Bahkan, HBA pada Juli 2019 senilai US$71,92 per ton menjadi yang terendah sejak Oktober 2016. 

Adapun pada tahun ini, Kementerian ESDM menargetkan PNBP sektor minerba senilai Rp43,27 triliun. Hingga 2 September 2019, realisasi PNBP sektor minerba baru mencapai 26,73 triliun atau 61,77 persen dari target. 

Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Jonson Pakpahan mengatakan apabila terjadi pemulihan harga pasar batu bara, tidak akan berdampak langsung pada peningkatan HBA dan PNBP. Hingga saat ini, Kementerian ESDM masih mengupayakan agar target PNBP yang sebesar Rp43,27 triliun dapat tercapai. 

"HBA sekarang terjun bebas dalam dua bulan. Kalaupun harga pasar naik, recovery HBA enggak langsung," katanya kepada Bisnis, Rabu (4/9/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batu bara

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top