Waralaba Asing Bukan Ancaman Bagi Pemain Lokal

Menjamurnya brand waralaba asing di Tanah Air seharusnya tak perlu dianggap sebagai ancaman terhadap brand waralaba lokal.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 05 September 2019  |  18:39 WIB
Waralaba Asing Bukan Ancaman Bagi Pemain Lokal
Aneka Franchise. - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Menjamurnya brand waralaba asing di Tanah Air seharusnya tak perlu dianggap sebagai ancaman terhadap brand waralaba lokal.

Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) Levita Ginting Supit menyebut, masuknya brand waralaba asing seharusnya dapat dijadikan ajang pembelajaran bagi brand waralaba lokal untuk mengembangkan bisnisnya di kemudian hari

“Ini adalah  ajang pembelajaran [agar kita bisa mengetahui] bagaimana caranya mereka bisa mengembangkan bisnis waralaba sebesar itu. Kita ambil positifnya saja,” katanya di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Selain itu, kehadiran brand waralaba asing dinilai sebagai persaingan sehat yang memicu  brand waralaba lokal untuk tidak berhenti berinovasi.

Lebih lanjut Levita menjelaskan, brand waralaba asing yang berekspansi ke Tanah Air sejatinya tetap  memberikan kontribusi langsung terhadap perekonomian nasional. Pasalnya, brand waralaba tersebut masih dikelola oleh pengusaha Indonesia dan menyerap tenaga kerja setempat.

“Mereka juga masih dimiliki oleh pengusaha Indonesia, tenaga kerja juga dari Indonesia, dan bahan baku juga pasti lebih banyak diambil dari Indonesia,” tegasnya.

Menurut Levita, saat ini terdapat sekitar 2.000 brand waralaba yang ada di Indonesia. Sekitar 30% dari brand tersebut merupakan brand waralaba asing. Oleh karena itu dia menampik bahwa bisnis waralaba di Tanah Air didominasi oleh brand asing.

“Brand asing itu terlihat mendominasi karena cabangnya banyak sekali, satu brand bisa punya ratusan cabang, kalau brand lokal mungkin satu brand cabangnya hanya puluhan, jadi tak terlihat [mendominasi],” paparnya.

Senada dengan Levita, Partner & Founder International Franchise Business Management (IFBM) Burang Riyadi menilai, brand waralaba asing yang berekspansi ke Tanah Air bisa dijadikan sumber pembelajaran bagi pelaku usaha sebelum mengembangkan brand waralaba sendiri.

"Sekolah waralaba itu enggak ada, akan lebih bagus kalau kita belajar dengan waralaba asing. Kita Pelajari sistemnya [brand waralaba asing] sehingga nantinya kita bisa lebih profesional dari mereka,” ujarnya di Jakarta, (5/9/2019).

Burang menyebut, selama ini cara tersebut telah digunakan oleh pelaku usaha di negeri jiran seperti Malaysia dan Singapura untuk mengembangkan brand waralaba mereka hingga akhirnya berhasil berekspansi ke luar negeri.

Brand waralaba asing ini biarkan saja masuk, lagipula pemilik waralaba asing di Indonesia itu ya tetap orang Indonesia juga kan,” tegasnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
waralaba, franchise

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top