FLEI 2019: Bisnis Waralaba Diyakini Tumbuh 5% Tahun Ini

Prospek bisnis waralaba di Tanah Air pada tahun ini diyakini membaik dibandingkan dengan realisasi tahun lalu. 
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 05 September 2019  |  15:24 WIB
FLEI 2019: Bisnis Waralaba Diyakini Tumbuh 5% Tahun Ini
Regulasi waralaba di Indonesia. - Bisnis/Radityo Eko

Bisnis.com, JAKARTA – Prospek bisnis waralaba di Tanah Air pada tahun ini diyakini membaik dibandingkan dengan realisasi tahun lalu. 

Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia  (Wali) Levita Ginting Supit menyebut, bisnis waralaba di Tanah Air terus mengalami pertumbuhan positif. Pada 2018, bisnis waralaba di Tanah Air mengalami pertumbuhan sebesar 3% dengan omzet sebesar Rp150 triliun. Pada 2019, diproyeksikan bisnis waralaba bisa tumbuh 5%.

“Setelah berakhirnya tahun politik dan ditetapkannya pemerintahan baru, saya melihat prospek yang baik kedepannya untuk bisnis waralaba. Didukung oleh kesiapan infrastruktur dan dukungan penuh pemerintah yang terus mendorong investasi dan pertumbuhan sektor perdagangan,” katanya, Kamis (5/9/2019).

Sehubungan dengan itu, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dan Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) tahun ini kembali menggelar pameran bisnis waralaba Franchise and Lisence Expo Indonesia (FLEI) yang bekerjasama dengan Reed Panorama Exhibition.

Pameran yang rutin digelar sejak 17 tahun lalu tersebut akan digelar bersamaan dengan Retail and Solution Expo Indonesia (RSEI) dan Café and Brasserie Expo Indonesia (CBI) di Hall B Jakarta Convention Center pada 13-15 September 2019 dan dibuka mulai pukul 10.00 – 21.00.

Sebagai catatan, FLEI merupakan pameran yang mempertemukan para pelaku usaha waralaba, lisensi, peluang usaha dan sektor pendukungnya dengan investor, mitra, atau pembeli dari produk/jasa yang mereka tawarkan.

RSEI merupakan pameran yang menghadirkan berbagai produk/jasa yang dibutuhkan oleh bisnis ritel modern. Sedangkan CBI adalah pameran yang menghadirkan berbagai kebutuhan pelaku usaha kafe atau kedai kopi.

Gabungan dari ketiga pameran bisnis ini akan menampilkan lebih dari 350 merek usaha dari 20 negara, diantaranya adalah Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam, Korea, Jepang, Taiwan, Filipina, Tiongkok, Australia, dan AS.

Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan KADIN Benny Soetrisno mengatakan, pameran ini merupakan salah satu upaya KADIN untuk mewadahi seluruh pelaku usaha waralaba di Indonesia. Diharapkan dengan diselenggarkannya kembali FLEI pada tahun ini akan lahir lebih banyak lagi pengusaha baru yang akan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional.

“Ini adalah upaya kami untuk mewadahi pelaku usaha waralaba di Indonesia. Kami harapkan pameran ini bisa membantu membangun jiwa entepreneuship kaum muda atau mereka yang masih baru belajar memulai usaha,” katanya di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Lebih lanjut Benny menjelaskan, waralaba merupakan sarana belajar yang tepat bagi pemula yang ingin menjadi wirausaha lantaran lebih mudah dijalankan dengan risiko yang lebih minim dibandingkan dengan memulai usaha sendiri dari awal.

Pasalnya, terwaralaba (franchisee) tinggal mempelajari dan menjalankan sistem yang sudah disusun oleh sistem pewaralaba (franchisor) tanpa perlu membangun brand dari awal.

“Anggap saja biaya royalti yang dibayarkan itu biaya yang dikeluarkan untuk belajar,” tegas Benny.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
waralaba, franchise

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top