Dwi Soetjipto Ancam Daerahkan Karyawan SKK Migas

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto akan memastikan arus perizinan berjalan cepat agar mempermudah investor melakukan eksplorasi maupun eksploitasi.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 04 September 2019  |  16:09 WIB
Dwi Soetjipto Ancam Daerahkan Karyawan SKK Migas
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto (ketiga kanan) didampingi jajaran pejabat SKK Migas menyampaikan keterangan pers capaian kinerja hulu migas 2018 dan target 2019 di Jakarta, Rabu (16/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA — Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto akan memastikan arus perizinan berjalan cepat agar mempermudah investor melakukan eksplorasi maupun eksploitasi.

Dwi mengatakan tantangan yang ada di pundak pemerintah dan SKK Migas untuk mendukung investasi migas adalah memastikan adanya konsistensi kebijakan. Selain itu, ada juga tuntutan melakukan debirokratisasi.

Untuk memastikan pengurangan hambatan yang terdapat dalam sistem birokrasi SKK Migas, Dwi memastikan pihaknya akan menindak tegas oknum yang menghalanginya.

"Kalau sampai ada kawan-kawan [pegawai SKK Migas] tidak sejalan untuk membuat lebih cepat. Akan kami pindah karena sekarang SKK Migas punya 5 perwakilan di daerah," katanya, dalam konferensi pers 43rd IPA Convex 2019, Rabu (4/9/2019).

Dwi juga mengharapkan investor maupun pihak Indonesian Petroleum Association (IPA) melapor kepadanya jika ada yang memperlambat perizinan. Pasalnya, pihaknya punya kepentingan untuk mempercepat pembahasan, pengembangan, serta proses perizinan pada investasi migas mengingat penurunan produksi yang terus terjadi.

Menurutnya, selain melakukan optimalisasi di lapangan produksi,  investor harus berkomitmen untuk menjalankan aktivitas sesuai rencana kerja dan keuangan tahunan.

"Untuk investasi, ke depan, sesungguhnya potensi kita cukup menantang. Dari 128 cekungan, yang dieksplorasi baru 54 cekungan, selebihnya belum dieksplorasi. Dari 54 yang aktif, yang berproduksi baru 18, jadi potensi masih cukup terbuka," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
skk migas, investasi

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top