Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kementan Sebut Data BPS Bukti Membaiknya Kesejahteraan Petani

Nilai tukar petani (NTP) yang naik menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi parameter membaiknya daya beli atau kesejahteraan petani. 
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 03 September 2019  |  15:12 WIB
Petani memanen buah timun suri di Pinang, Tangerang, Banten, Senin (6/5/2019). - ANTARA/Muhammad Iqbal
Petani memanen buah timun suri di Pinang, Tangerang, Banten, Senin (6/5/2019). - ANTARA/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar petani (NTP) yang naik menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi parameter membaiknya daya beli atau kesejahteraan petani. 

BPS mencatat NTP secara nasional mengalami kenaikan 0,58 persen pada Agustus 2019 sebesar 103,22 dibandingkan bulan lalu 102,64. 

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian Kuntoro Boga Andri menuturkan data BPS tersebut menjadi bukti meningkatnya produksi semua komoditas pertanian.

"Data BPS menjadi bukti pembangunan pertanian kita berdampak signifikan bagi kesejahteraan petani," ujarnya, Selasa (3/9/2019)

Kuntoro mengatakan bila dibandingkan dengan riset Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), data BPS ini memiliki korelasi positif. "Bappenas mengatakan program Kementan memacu pertumbuhan ekonomi daerah, ini bukti kerja keras Kementan membuahkan hasil positif," tuturnya.

Dalam rilis BPS, kenaikan NTP kali ini dikarenakan indeks harga yang diterima petani naik 0,69 persen, lebih tinggi dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,11 persen.

Kenaikan NTP pada Agustus 2019 dipengaruhi oleh naiknya NTP di empat subsektor pertanian, kecuali perkebunan. Pertama, NTP subsektor tanaman pangan sebesar 1,11 persen.

Kedua, NTP hortikultura yang mengalami kenaikan 0,30 persen. Kenaikan harga disumbang cabai merah dan cabai rawit karena harga di tingkat konsumen naik. 

Adapun komoditas cabai merah menyumbang inflasi sebesar 0,1 persen dan cabai rawit sebesar 0,07 persen. 

Ketiga, NTP peternakan sebesar 0,97 persen. Kenaikan subsektor ini disebabkan oleh naiknya harga ternak besar 1,4 persen, ternak kecil sebesar 1,76 persen, dan kelompok hasil ternak sebesar 0,47 persen.

Keempat, kenaikan NTP perikanan sebesar 0,6 persen dikarenakan naiknya harga berbagai komoditas di seluruh kegiatan perikanan.

NTP Provinsi Banten mengalami kenaikan tertinggi sebesar 1,29 persen dibandingkan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Jambi mengalami penurunan terbesar, yakni 1,53 persen.

BPS juga mencatat adanya inflasi perdesaan sebesar 0,09 persen dengan kenaikan indeks tertinggi pada kelompok sandang. Sementara itu, nilai tukar usaha rumah tangga pertanian (NTUP) nasional pada Agustus 2019 naik 0,54 persen dibanding Juli 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bps kementan
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top