Menhub Budi Karya Protes Pernyataan Bos Big Blue Taxi Malaysia

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memprotes pernyataan lanjutan dari Bos Big Blue Taxi Malaysia. Menhub melayangkan surat keberatan kepada pemerintah negara tersebut.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 03 September 2019  |  14:55 WIB
Menhub Budi Karya Protes Pernyataan Bos Big Blue Taxi Malaysia
Menhub Budi Karya Sumadi - Rinaldi M. Azka

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memprotes pernyataan lanjutan dari Bos Big Blue Taxi Malaysia. Menhub melayangkan surat keberatan kepada pemerintah negara tersebut.

Budi Karya Sumadi menuturkan sejatinya pemerintah Indonesia terus melakukan hubungan diplomasi yang baik. Namun hubungan ini diganggu oleh pernyataan seorang warga negara Malaysia yang dinilai tidak pantas.

"Saya perlu koordinasi dengan Ibu Menlu seperti apa yang harus kita lakukan. Saya menyatakan keberatan atas pernyataan itu. Saya minta diklarifikasi," kata Budi Karya usai rapat di Kemenko Kemaritiman, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2019).

Bos Big Blue Malaysia Shamsubahrin Ismail membuat sejumlah pernyataan tidak mengenakkan terkait rencana ekspansi Go-Jek ke negara itu. Semula dia mengatakan keberhasilan platform asal Indonesia ini karena pengaruh kondisi kemiskinan di Tanah Air.

Setelah pernyataan itu viral, dia meminta maaf kepada publik. Namun beberapa waktu berselang, Datuk Samsubahrin kembali mengeluarkan komentar pedas terkait rencana ekspansi tersebut. Kali ini dia mengatakan para driver ojek online tidak memiliki gaji tetap.

Selain itu, dia menyebut pemerintah Malaysia tidak perlu melakukan hal seperti pemerintah Indonesia yang mengizinkan Go-Jek dan Grab beroperasi.

"Jadi dalam konteks dia menyatakan kata-kata yang tidak pantas. secara menyeluruh kita nantinya koordinasi dengan Kemenlu tindakanjutnya seperti apa," ujar Menhub.

Pernyataan Shamsubahrin sontak membuat para driver ojek online berang. Hari ini, ratusan driver Gojek menggelar aksi di depan Kedubes Malaysia untuk Indonesia. Mereka menuntut agar Shamsubahrin meminta maaf kepada publik Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
malaysia, menhub, Gojek

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top