Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Data Hasil Uji Coba EOR di Blok Rokan Diharapkan Jadi Milik Negara

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengharapkan hasil uji coba zat kimia untuk pengurasan minyak tahap lanjut (enhanced oil recovery/EOR) di Blok Rokan yang dilakukan Chevron bisa menjadi milik negara. 
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 03 September 2019  |  09:53 WIB
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (kiri) berbincang dengan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto sebelum rapat terbatas tentang Minyak dan Gas Bumi, di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/1/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (kiri) berbincang dengan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto sebelum rapat terbatas tentang Minyak dan Gas Bumi, di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/1/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengharapkan hasil uji coba zat kimia untuk pengurasan minyak tahap lanjut (enhanced oil recovery/EOR) di Blok Rokan yang dilakukan Chevron bisa menjadi milik negara. 

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pembicaraan dengan Chevron terkait pengambilan hak hasil uji coba tersebut. SKK Migas nantinya akan menjadi mediator antara PT Pertamina (Persero) dengan Chevron. 

Menurutnya, karena pengambilalihan blok tersebut menggunakan skema cost recovery, maka seluruh data diambil pemerintah dan diserahkan ke Pertamina.

"Kalau yang sudah cost recovery, data dan sebagainya adalah milik negara yang tentunya bisa dipakai oleh kontraktor yang baru," katanya, Senin (2/9/2019). 

Nantiya, apabila hasil uji coba tersebut telah menjadi milik negara, injeksi dengan metode chemical EOR dapat segera dimulai. Setidaknya butuh dua tahun persiapan untuk melakukan injeksi tersebut. 

"Setelah infrastruktur jalan, langsung go, tinggal injeksi saja, wong bahan kimia kan cair juga," katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas skk migas
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top